Bagaimana Sifat Wudhu yang Disyariatkan?

Jawaban: Wudhu yang disyariatkan ada dua macam:

Sifat wajib yang tidak sah wudhu seseorang kecuali dengannya. Sifat-sifat itu dijelaskan di dalam firman Allah’

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”.(Al-Maidah:6)

Yaitu membasuh muka sekali yang disertai dengan berkumur dan membersihkan hidung, membasuh dua tangan hingga siku, mulai dari ujung kuku hingga siku sekali. Orang yang berwudhu juga harus memperhatikan kedua telapak tangannya ketika membasuh kedua lengannya, maka dia harus membasuh keduanya sampai lengannya, karena sebagian manusia lupa masalah ini dan tidak membasuh kecuali lengannya saja. Ini adalah cara berwudhu yang salah. Kemudian mengusap kepala sekali termasuk kedua telinga. Lalu membasuh dua kaki hingga mata kaki sekali. Itulah sifat-sifat yang wajib dilakukan dalam wudhu.

Sedangkan sifat kedua dari wudhu adalah sifat-sifat yang disunnahkan, seperti membaca basmalah ketika memulai wudhu, membasuh kedua telapak tangan tiga kali, berkumur dan membersihkan hidung tiga kali dengan tiga gayung air, membasuh muka tiga kali, kemudian membasuh kedua tangan hingga siku tiga kali, yang dimulai dari tangan kanan lalu tangan kiri, kemudian mengusap kepala sekali dengan cara membasahi tangan kemudian mengusapkannya ke kepala dari bagian depan kepala menuju ke belakang kemudian kembali lagi ke depan. Kemudian membasuh kedua telinga dengan memasukkan jari telunjuknya ke dalam lubang telinga dan mengusapkan ibu jarinya pada luar daun telinga. Kemudian membasuh kedua kaki hingga matakaki tiga kali, dimulai dari kanan kemudian kiri, kemudian setelah itu membaca doa, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”

Jika dia melakukan hal itu maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari arah mana saja yang dia suka. Begitulah hadits shahih yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam, seperti yang dikatakan oleh Umar Radhiyallahu Anhu. (Ditakhrij oleh Muslim dalam kitab Ath-Thaharah, bab “Adz-Dzikr Al-Mustahab ‘Uqba Al-Wudhu’,”[234])

Sumber: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Fatawa arkaanil Islam atau Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, terj. Munirul Abidin, M.Ag. (Darul Falah 1426 H.), hlm. 238