Bisikan Syaiton Terhadap Pelajar

Penceramah: Ust. Joko Imanuddin Al- Hafidz

Pelajar Al-Qur’an memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah. Namun kemuliaan tersebut juga menjadi sasaran godaan syaitan. Syaitan tidak selalu menghalangi seseorang untuk belajar Al-Qur’an, tetapi sering kali berusaha merusak amal tersebut dari dalam, terutama melalui penyakit hati.

Di antara bisikan syaitan kepada pelajar Al-Qur’an adalah menanamkan sifat riya, yaitu ingin dipuji karena bacaan atau hafalannya. Selain itu, syaitan juga membisikkan kesombongan, sehingga seseorang merasa lebih baik dan lebih alim dibandingkan orang lain. Ada pula bisikan yang membuat seseorang merasa cukup dengan ilmu yang dimilikinya, sehingga berhenti belajar dan tidak lagi memperbaiki diri.

Tipu daya lainnya adalah membuat pelajar Al-Qur’an rajin membaca atau menghafal tetapi lalai dalam mengamalkan isi Al-Qur’an. Akibatnya, Al-Qur’an hanya menjadi bacaan di lisan tanpa memberi pengaruh dalam kehidupan.

Oleh karena itu, seorang pelajar Al-Qur’an harus selalu menjaga keikhlasan niat, bersikap tawadhu’ dalam menuntut ilmu, serta berusaha mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari akan membawa keberkahan dan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.