Bahaya Himmah yang Rendah dalam Kehidupan Seorang Muslim (Seri 4)

3135416050

Himmah yang rendah sering tidak disadari sebagai penyakit serius. Ia datang perlahan, membuat ibadah terasa berat, kebaikan terus ditunda, dan hidup berjalan tanpa arah yang jelas. Dalam kitab Al-Himmah Al-‘Aliyah, Dr. Muhammad Ibrahim Al-Hamad menegaskan bahwa rusaknya himmah lebih berbahaya daripada sedikitnya amal, karena dari himmahlah amal lahir dan bertahan.

Dampak-Dampak Himmah yang Rendah

1. Malas dalam Ibadah
Ibadah dilakukan sekadar rutinitas. Shalat terasa berat, tilawah jarang, dan amal sunnah ditinggalkan tanpa rasa kehilangan.
“Kemalasan adalah tanda lemahnya keinginan menuju akhirat.” (Makna ucapan ulama)

2. Menunda Kebaikan
Orang berhimmah rendah sering berkata:

  • “Nanti saja”
  • “Masih ada waktu”
  • “Belum siap”

Padahal penundaan adalah pintu terbesar kegagalan amal.

3. Cepat Futur dan Mudah Menyerah
Sedikit ujian sudah cukup membuatnya berhenti. Ia kehilangan semangat saat hasil tidak langsung terlihat.

4. Hidup Tanpa Target Akhirat
Hari berlalu tanpa tujuan jelas. Tidak ada rencana memperbaiki iman, ilmu, dan amal.
Allah ﷻ berfirman:“Mereka hanya mengetahui yang lahir dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap akhirat mereka lalai.”(QS. Ar-Rum: 7)

5. Merasa Cukup dengan Amal Minimal
Merasa sudah baik hanya karena tidak melakukan dosa besar, padahal kebaikan juga dituntut untuk ditingkatkan.

Refleksi Singkat
Himmah yang rendah tidak selalu tampak dalam dosa besar, tetapi dalam:

  • Kelalaian
  • Penundaan
  • Kehilangan semangat berbuat baik

Jika tidak segera disadari, ia bisa menjadi kebiasaan yang mematikan jiwa.

Penutup
Rendahnya himmah adalah awal dari kemunduran iman.  Siapa yang ingin bangkit, harus terlebih dahulu membangkitkan tekadnya.

Pada seri selanjutnya, kita akan mulai membahas penghambat utama himmah, dimulai dari:
Cinta dunia yang berlebihan.

Sumber:
Al-Himmah Al-‘Aliyah, Muhammad Ibrahim Al-Hamad
Madarijus Salikin – Ibnul Qayyim