Larangan Keras Menuduh Budaknya Berzina Tanpa Bukti

Dari Abu hurairah r.a, ia berkata, “Abul Qasim saw. bersabda, ‘Barangsiapa menuduh budaknya berzina (tanpa bukti), maka akan ditegakkan atasnya hukuman pada hari kiamat nanti kecuali bila tuduhannya itu ternyata benar,” (HR Bukhari [6858] dan Muslim [1660]).

Kandungan Bab: 

  1. Barangsiapa menuduh budaknya berzina (tanpa bukti), maka akan ditegakkan hukuman atasnya pada hari Kiamat nanti. Adapun di dunia, maka tidak ada hukuman atasnya. 
  2. Para ulama berselisih pendapat tentang orang yang menuduh budak orang lain berzina. Pendapat yang benar adalah pendapat Ibnu ‘Umar ra ketika ditanya tentang orang yang menuruh Ummu Walad (budak wanita yang melahirkan anak tuannya) milik orang lain berzina, beliau berkata: “Ditegakkan atasnya hukuman sebagai pelajaran untuknya,” (Shahih, HR ‘Abdurrazzaq [VII/439]).

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 1/394-394.