Muslim Nepal Jadi Target Pembunuhan

KATHMANDU (SALAM-ONLINE): Menyusul peristiwa terbunuhnya anggota Dewan Konstitusi Muslim di Nepal, timbul ketegangan sektarian di Nepal.

Kaum Muslimin merasa bahwa sentimen anti Islam menyebabkan tokoh Muslim negara mayoritas Hindu ini, menjadi target pembunuhan kelompok Islam fobia.

“Setiap kali seorang Muslim menonjol atau menempati posisi tinggi di negara ini maka ia akan menjadi target pembunuhan,” ungkap Mohammed Nizamuddin, wakil ketua senior Muslim Association of Nepal, dalam demo yang digelar di Kalyanpur timur laut Nepal sebagaimana dilansir OnIslam.net, Rabu (22/5/ 2013) lalu.

Seorang legislator Muslim bernama Sadrul Miya Haque ditemukan terbunuh di rumahnya oleh salah seorang pegawainya pada Rabu (22/5/2013).

Polisi mengatakan, anggota Dewan Konstitusi tersebut ditemukan lehernya disembelih oleh orang tak dikenal.

“Kami tidak berpikir untuk saat ini bahwa pembunuh tersebut melakukan karena fakor uang,” kata Biro Pusat Investigasi Nepal. “Dan kami memperkirakan bahwa pembunuhnya bukan orang yang ia kenal.”

Pembunuhan biadab ini telah menimbulkan aksi protes dari beberapa organisasi Muslim di Asia Selatan.

Para pemrotes Muslim menyerukan pada pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut dan menyeret pembunuhnya ke ranah hukum.

Aksi protes tersebut merebak bukan dipicu oleh satu kasus saja. Sebelum pembunuhan Sadrul Miya Haque, telah terjadi pula pembunuhan terhadap Faizal Ahmed, Sekretaris Jenderal Islamic Sangh Nepal. Ia dibunuh di siang hari bolong di jalan raya, di jantung ibukota Nepal.

Setelah itu menyusul lagi pembunuhan pengusaha media Muslim terkemuka di Nepal, bernama Jamim Shah.

“Sejauh ini tidak ada petunjuk bahwa semua pembunuhan tersebut saling terkait,” begitu alasan yang dikemukakan pihak kepolisian Nepal.

Para tokoh masyarakat Muslim mengatakan bahwa kekerasan yang terjadi terhadap kaum Muslimin di Nepal adalah dampak dari pertikaian antara minoritas Muslim keturunan Pakistan dan mayoritas Hindu yang tinggal di Nepal.

“Mayarakat Muslim Nepal mendapat imbas dari konflik antara India dan Pakistan,” kata Nizamuddin.

Nepal adalah satu-satunya negara Hindu sampai tahun 2006, kemudian parlemen Nepal melakukan amandemen konstitusi dan mendeklarasikan Nepal sebagai negara sekuler.

Berdasarkan data dari CIA World Fact Book, populasi Muslim mencapai 4,2 persen dari 28 juta populasi Nepal. Sebagian besar kaum Muslimin Nepal tinggal di wilayah Selatan yang berbatasan dengan India.

Kekerasan terhadap umat Islam Nepal telah sejak lama terjadi. Salah satunya adalah pengeboman masjid di Biratnagar, kota kedua terbesar di Nepal, yang terjadi pada 2008 silam.

Konflik Muslim dan Hindu di Nepal juga sedikit banyaknya dipengaruhi oleh ketegangan antara Pakistan dengan India yang memperebutkan wilayah Jammu Kashmir. Itu telah belangsung puluhan tahun.