Surah ar-Ruum

Ayat 1-2, yaitu firman Allah ta’ala,

“Alif Laam Miim . Telah dikalahkan bangsa Rumawi” (ar-Ruum: 1-2)

Sebab Turunnya Ayat

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa pada waktu Perang Badar, bangsa Romawi mengalahkan bangsa Persia. Hal itu menakjubkan kaum mukminin. Maka turunlah ayat, “Telah dikalahkan bangsa Rumawi ,” sampai firman-Nya ayat 5, “Karena pertolongan Allah.” Yakni dengan harakat fathah pada huruf ghain.

Ibnu Jarir meriwayatkan hal senada dari Ibnu Mas’ud. (448)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Syihab, dia berkata, “Kami mendengar bahwa dahulu kaum musyrikin mendebat kaum muslimin sewaktu mereka masih di Mekah sebelum Rasulullah keluar. Kata mereka, ‘Bangsa Romawi mengaku Ahli Kitab, tapi mereka dikalahkan oleh kaum Majusi. Kalian mengkalim bahwa kalian akan mengalahkan kami dengan kitab yang diturunkan kepada nabi kalian. Bagaimana kaum Majusi mengalahkan bangsa Romawi padahal mereka adalah Ahli Kitab? Kami akan mengalahkan kalian sebagaimana bangsa Persia mengalahkan bangsa Romawi!’ Maka Allah menurunkan ayat “Alif Laam Miim . Telah dikalahkan bangsa Rumawi.'”

Ibnu Jarir meriwayatkan hal senada dari Ikrimah, Yahya bin Ya’mar, dan Qatadah. (449)

Jadi, riwayat pertama mengkuti qira’at (غلبت) — dengan harakat fathah– karena ayat ini turun pada waktu kemenangan mereka yang bersamaan waktunya dengan Perang Badar.

Sedang riwayat kedua mengikuti qira’at yang membacanya dengan harakat dhammah, dan maknanya, “Dan setelah mereka mengalahkan bangsa Persia, mereka akan dikalahkan oleh kaum muslimin.” Dengan arti ini maknanya menjadi benar. Kalau tidak (diartikan demikian), ia tidak mengandung makna yang signifikan.

Ayat 27, yaitu firman Allah ta’ala,

“Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (ar-Ruum: 27)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ikrimah bahwa orang-orang kafir merasa heran bahwa Allah akan menghidupkan orang-orang mati. Maka turunlah ayat, ‘Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya.” (450)

Ayat 28, yaitu firman Allah ta’ala,

“Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.” (ar-Ruum: 28)

Sebab Turunnya Ayat

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa kaum musyrikin dahulu bertalbiah begini “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka, illa syariikan huwa laka tamlikuhu wa maa malaka (Kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Tiada sekutu bagi-Mu, kecuali sekutu milik-Mu, Engkau memilikinya dan apa yang ia punya).” Maka Allah menurunkan ayat, “Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada di antara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu.” (451)

Juwaibir meriwayatkan hal serupa dari Dawud bin Abi Hind dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali dari ayahnya. (452)

447. Kata al-Qurthubi (7/5257), “Ia surah Makkiyyah tanpa ada perbedaan pendapat.” Kata Ibnu Katsir (4/162), “Surah Makkiyyah, kecuali ayat 4 yang merupakan ayat Madaniyyah.”

448. Dhaif. At-Tirmidzi (2935) dalam at-Tafsiir. Katanya, “Hasan ghariib.” Dalam sanadnya terdapat al-‘Aufi, yang telah dijelaskan biodatanya. Lihat Ibnu Jarir (21/17)

449. Dhaif. Ibnu Jarir (21/17). Kisah ini dituturkan Ibnu Katsir (4/163) secara panjang lebar. Di sana disebutkan bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Abu Bakar “Tidakkah kau lihat apa yang dikatakan temanmu? Ia mengklaim bahwa bangsa Romawi akan mengalahkan bangsa Persia.” Kata Abu Bakar, “Sahabatku berkata benar.” Kata mereka, “Maukah kamu bertaruh?” Maka Abu Bakar menetapkan waktu, tapi hingga jatuhnya tempo itu bangsa Romawi masih belum mengalahkan bangsa Persia. Hal itu terdengar Nabi saw. sehingga beliau tidak suka. Beliau bertanya, “Apa yang mendorongmu berbuat demikian?” Abu Bakar menjawab, “Sebagai ungkapan iman kepada kebenaran firman Allah dan sabda rasul-Nya!” Rasulullah bersabda, “Temui mereka dan pebesar taruhannya, dan tetapkan temponya hingga tujuh tahun.!.” Lalu Abu Bakar mendatangi mereka dan berkata, “Maukah kalian bertaruh lagi?” Mereka menjawab, “Ya.” Dan belum lewat tujuh tahun itu, bangsa Romawi telah mengalahkan bangsa Persia dan menambatkan kuda-kuda mereka di Madaa’in, dan mereka membangun kota ar-Ruumiyyah. Kemudian Abu Bakar menghadap Nabi saw. (sambil membawa hasil taruhan) dan berkata, “Ini uang kotor.” Beliau bersabda, “Sedekahkan saja!” Al-Qurthubi berkata (7/5258), “Sufyan mengatakan, ‘Saya dengar bahwa mereka –yakni bangsa Romawi– mengalahkan bangsa Persia pada waktu Perang Badar.'”

450. Ad-Durrul Mantsuur (5/168)

451. Lihat ayat 111 surah al-Israa’.

452. Ibid.

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 433 – 436.