Batu Nisan Bukti Militer Iran Ikut Berperang di Suriah

Hidayatullah.com—Kuburan seorang mayor muda anggota Garda Revolusi Iran di Teheran membuktikan kebenaran laporan yang mengatakan bahwa pasukan Iran ikut terlibat dalam peperangan di Suriah dengan membantu pasukan rezim Bashar Al Assad melawan pasukan oposisi, lansir Al Arabiya (20/9/2012).

Sejumlah situs Iran memajang foto kuburan Muharram Turk seorang mayor Garda Revolusi, yang terletak di pemakaman terbesar di Teheran Behesht-e-Zahra. Berdasarkan tulisan yang tertera pada batu nisan, Turk dilahirkan pada 30 Maret 1978 dan menjadi “martir” (syahid) pada 19 Januari 2012 di ibukota Suriah, Damaskus.

Kuburan itu juga mencantumkan foto diri Turk dengan sejumlah kalimat dalam bahasa Persia yang mengagungkan “kesyahidan”. Di situ juga tertulis, “Sebuah pintu syahid terbuka untuk kita,” yang secara jelas merujuk kepada konflik di Suriah, antara rezim Bashar Assad yang Syiah dengan warga Suriah yang mayoritas Muslim (Sunni).

Gambar tentang kuburan itu pertama kali muncul di sebuah blog, dan kemudian disebarkan oleh sejumlah situs independen dan oposisi.

Blogger yang pertama mengunggah foto itu mengatakan, ia sedang berjalan di pemakaman itu dan secara tidak sengaja melihat makam yang menarik perhatiannya itu, karena Damaskus tertulis sebagai tempat kematian si mayat. Maka ia memutuskan untuk mengambil gambar makam tersebut dan menampilkan foto itu di blognya.

Informasi tentang Turk, penyebab kematiannya atau alasan keberadaannya di Suriah, agak sulit ditemukan di situs Iran terkemuka yang kebanyakan dikontrol oleh pemerintah atau semi-pemerintah.

Nama Turk disebutkan di situs Pemerintah Kota Teheran, tempat di mana sejumlah foto pemakaman Turk ditampilkan. Pemakaman mayor Garda Revolusi itu kebanyakan dihadiri oleh anggota militer.

Gambar Ayatullah Ali Khameini terpampang di lokasi upacara pemakaman itu, yang menunjukkan bahwa Turk meninggal saat sedang melaksanakan tugas.

Situs lain bernama Heyat Fatemium, yang khusus membahas tentang para prajurit Iran yang sudah meninggal, menyajikan informasi sangat singkat tentang Turk.

Menurut website itu, Mayor Turk “syahid” setelah dihantam granat saat latihan militer yang diselenggarakan oleh Garda Revolusi.

Jika Turk mati saat latihan bersama Garda Revolusi Iran, berarti pasukan itu sedang berlatih di Damaskus, padahal Suriah sedang berada dalam konflik bersenjata antara rezim Syiah dengan rakyat yang mayoritas Muslim. Dan pemerintah Syiah Iran terang-terangan berdiri membela rezim Bashar Al Assad.

Gambar makam Turk itu muncul tidak lama setelah Komandan Garda Revolusi Mayjen Muhammed Ali Jaafari dengan suara keras menyangkal keterlibatan pasukan militer Iran di Suriah dan menegaskan bahwa kerjasama Iran dalam konflik Suriah tidak melebihi tingkat “konsultatif”.*