100 Tokoh Yahudi Ikut Danai Film Lecehkan Nabi Muhammad?

Hidayatullah.com—Teka-teki dibalik lahirnya film anti Islam berjudul “Innocence of muslims” yang menyulut demonstrasi besar-besaran di Mesir dan Libya sedikit-demi sedikit mulai terkuak.

Film yang berisi pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam pertama kali ditayangkan di wilayah California, AS dalam bahasa Arab awal tahun ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Mesir.

Film ini diangkat dari sebuah penulis yang juga sutradara Zionis berkewarganegaraan Amerika, Sam Bacile (54). Namun berita yang muncul diberbagai media mengungkapkan bahwa otak di belakang pembuatan film ini ternyata seorang penganut Kristen koptik bernama Nakoula Basseley lahir tahun 1957 di Mesir dan kemudian menetap di California, Amerika Serikat.

The Associated Press (AP) menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam pembuatan film itu, Seorang aktifis Kristen yang diduga terlibat dalam produksi film itu, Steve Klein mengatakan Sam Bacile adalah orang Mesir Kristen tapi Steve Kleine menyangkal dirinya terlibat dalam pembuatan film, Namun setelah diselidiki ternyata Steve Klein tercatat punya sejarah panjang dalam sepak terjangnya bersama kelompok Kristen militan. Saat ini Steve Klein tercatat sebagai Direktur dari Courageous Christians United.

Kepada BBC Steve mengatakan tidak mengenal sutradara film. Namun kepada AFP, Bacile mengaku terang-terangan niat pembuatan film kontroversi ini.

“Ini adalah film politik,” kata Bacile. “AS kehilangan banyak uang dan banyak orang dalam perang di Iraq dan Afghanistan, tapi kita berjuang dengan ide-ide.”

Siapa yang paling bertanggung jawab atas film ini, masih belum jelas.

Berdasarkan hasil penyelidikan harian Israel dilansir Quds Press menyebutkan, film “Innocence of muslims” justru didanai para tokoh-tokoh Zionis.

Buntut dari aksi penolakan terhadap film yang melecehkan Islam ini adalah matinya Kedubes Amerika di Libya, saat terjadinya aksi protes warga yang marah terhadap beredarnya film itu di depan kantor konsulat Amerika di Benggazi.

Identitas tidak jelas

Film, berjudul “The Innocence Muslim,” dibuat tahun lalu dan sebuah trailer 14 menit itu dipublikasikan secara online pada bulan Juli. Sementara itu, penulis yang juga sutradara film ini sekarang bersembunyi dengan membawa identitas yang masih tidak jelas.

Associated Press (AP) menulis, orang yang disebut-seibut sebagai Sam Bacile adalah seorang pengembang California dengan kewarganegaraan ganda AS dan Israel.

Namun para pejabat Israel mengklai, nama Sam Bacile tidak ada dalam daftar penduduk Israel. Nama “Sam Bacile” juga muncul tempat di daftar pebisnis California. Namu, aktivis Yahudi di California mengatakan mereka tidak pernah bertemu nama tersebut.

Menurut Adina Holtzman, asisten direktur di Anti Defamation League (ADF), sebuah kelompok pembela hak sipil Yahudi di AS mengatakan, “Klein terlibat di masa lalu dalam upaya anti-Muslim” termasuk membagikan selebaran peringatan terhadap ajaran Islam di sekolah umum.

Dalam sebuah wawancara dengan TV Channel 10 Israel, Klein membenarkan film itu dimaksudkan untuk menjadi sebuah provokasi, yang ditujukan untuk Muslim yang tinggal di California.

Baik Nakoula Basseley, Bacile dan Steve Klein, laki-laki di belakang anti-Muslim dan disalahkan atas kematian Duta Besar AS Libya justru menolak dianggap disalahkan. Sebaliknya mereka justru menyalahkan pihak Amerika.

“Kami tidak bersalah, kami mengatakan kebenaran,” ujar Steve Klein.

“Saya merasa sistem keamanan Kedutaantidak baik,” ujar Bacile. “Amerika harus melakukan sesuatu untuk mengubahnya,” tambahnya.

Namun yang ikut dibenarkan AFP, film yang diproduksi Bacile dan dipromosikan Steve Klein ini telah menghabiskan biaya sebesar 5 juta USD yang didapat dari urunan 100 pendonor Yahudi. Siapa 100 tokoh itu? Belum ada penjelasan.*