80 Orang Kembali Tewas Hari Selasa Akibat Kekerasan di Suriah

SURIAH (voa-islam.com) – Meski Presiden Suriah Bashar al-Assad telah berjanji kepada pemantau perdamaian PBB-Liga Arab, Kofi Annan untuk lebih menghentikan kekerasan dan menarik kembali pasukannya dalam enam hari, namun kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa itu hanya pemanis mulut belaka karena tetap saja puluhan orang tewas akibat serangan brutal pasukan rezim Assad selama hari Selasa (4/4/2012) kemarin.

Setidaknya 80 orang, kebanyakan warga sipil, tewas pada Selasa, saat pasukan Suriah menekan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat meskipun janji gencatan senjata, kelompok pemantau mengatakan Rabu (5/4/2012).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa total 58 warga sipil tewas, termasuk 20 yang meninggal dalam serangan militer dan dalam pertempuran antara tentara dan pemberontak di wilayah Taftanaz dari provinsi barat laut yang bergolak Idlib.

15 warga sipil lain tewas ketika tentara menghujani pertahanan pemberontak di pusat kota Homs, sementara sisanya meninggal dalam titik nyala lainnya di seluruh negeri, kata observatorium yang berbasis di Inggris tersebut.

Kelompok itu menambahkan bahwa 18 tentara tewas di Homs, Idlib dan provinsi selatan Daraa sementara empat tentara desertir meninggal di Idlib.

Sebelumnya Observatorium untuk Suriah mengatakan bahwa jumlah korb 44 orang tewas di seluruh Suriah pada hari Selasa, termasuk 31 warga sipil.

Gelombang kekerasan tersebut datang meskipun janji dari Presiden Bashar Al-Assad kepada pemantau perdamaian PBB-Liga Arab Kofi Annan bahwa ia akan “segera” mulai menarik kembali pasukannya dan menyelesaikan penarikan militer dari daerah perkotaan hingga 10 April.

Observatorium tersebut telah menuduh bahwa tentara membakar dan menjarah rumah-rumah pemberontak di seluruh negeri dalam kampanye yang bisa menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan.

Amerika Serikat pada Selasa menuduh Assad gagal untuk menghormati janjinya untuk menarik pasukan, saat PBB mengatakan sedang bergegas mengirim tim ke Damaskus untuk membuka jalan untuk memantau perdamaian.

Kepala Komite Palang Merah Internasional Kellenberger, pada misi ketiganya ke Damaskus sejak diluncurkannya penumpasan terhadap para protes yang mana PBB katakan telah menewaskan lebih dari 9.000 orang mengatakan menjelang perjalanannya terbaru ia akan berusaha untuk mengamankan dua jam gencatan senjata kemanusiaan setiap harinya. (fayyadh)