Surah Al-Baqarah Ayat 44, 62, 76, 79 dan 80

Ayat 44, yaitu firman Allah ta’ala,

“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu mengerti?” (al-Baqarah: 44)

Sebab Turunnya Ayat

Al-Wahidi dan ats-Tsa’labi meriwayatkan dari jalur al-Kalbi dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas dia berkata, “Ayat ini turun pada orang-orang Yahudi Madinah. Ketika itu salah seorang dari mereka berkata kepada keluarga menantu, para kerabat, dan orang-orang yang mempunyai hubungan sesusuan dengannya yang semuanya adalah muslim, ‘Tetaplah pada agama kalian dan pada apa yang diperintahkan oleh orang itu (Muhammad) karena apa yang diperintahkannya adalah benar.” Ketika itu orang-orang Yahudi memang terbiasa menganjurkan hal itu kepada orang-orang, namun mereka sendiri tidak melakukannya.

Ayat 62, yaitu firman Allah ta’ala,

“Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (al-Baqarah: 62)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim dan al-Adni meriwayatkan di dalam musnadnya dari jalur Ibnu Abi Najih dari Mujahid dia berkata, “Salman berkata, ‘Saya bertanya kepada Nabi saw. tentang para penganut agama yang dulu satu agama dengan saya. Saya katakan kepada beliau juga tentang sembahyang dan ibadah mereka. Maka turunlah firman Allah,

‘Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi…'”

Al-Wahidi menafsirkan dari jalur Abdullah bin Katsir dari Mujahid, dia berkata, “Ketika Salman menceritakan kepada Rasulullah tentang kisah rekan-rekannya dulu, Rasulullah bersabda, “‘Mereka di dalam neraka.’ Salman berkata, “Maka bumi pun terasa gelap bagiku. Lalu turun firman Allah,

‘Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi…’, hingga firmannya, ‘…dan mereka tidak bersedih hati.’

Maka saya pun merasa lega, seakan-akan sebuah gunung telah disingkirkan dari atas tubuh saya.'”

Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari as-Suddi, dia berkata, “Ayat ini turun pada rekan-rekan Salman al-Farisi (sebelum dia masuk Islam).”

Ayat 76, Yaitu firman Allah ta’ala,

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:” Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu. tidakkah kamu mengerti?” (al-Baqarah: 76)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, dia berkata, “Ketika peperangan dengan Bani Quraizhah, Nabi saw. berdiri di bawah benteng mereka. Lalu beliau bersabda, ‘Wahai para saudara kera! Wahai para saudara babi! Wahai hamba-hamba taghut!’ Mereka pun berkata, “Siapakah yang memberi tahu hal itu kepada Muhammad? Hal itu pasti berasal dari kalian. Apakah kalian menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian supaya mereka dapat mengalahkan hujah kalian di hadapan Tuhan?'” Maka turunlah ayat di atas.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Dulu orang-orang Yahudi, jika bertemu dengan orang-orang yang beriman mereka berkata, ‘Kami beriman bahwa teman kalian (Muhammad) adalah utusan Allah. Akan tetapi beliau diutus untuk kalian saja.’ Apabila hanya antar mereka bertemu, mereka pun berkata, “Apakah dia memberitahu orang-orang Arab dengan hal ini? Karena sesungguhnya kalian dulu minta bantuan kepadanya untuk mengalahkan mereka dan beliau dulu adalah bagian dari mereka.”

Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

“Dan apabila mereka berjumpa…”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari As-Suddi, dia berkata, “Ayat di atas turun kepada beberapa orang Yahudi yang beriman, kemudian mereka menjadi munafik. Lalu mereka mendatangi orang-orang mukmin yang berasal dari kalangan Arab dan memberitahu mereka dengan hukuman yang pernah menimpa golongan mereka. Maka dengan kesal sebagian mereka (orang-orang Yahudi itu) berkata kepada sebagian yang lain, ‘Apakah kalian menceritakan kepada orang-orang mukmin tentang hukuman yang telah diterangkan Allah kepada kalian agar mereka berkata, ‘Kami lebih dicintai dan lebih mulia di sisi Allah daripada kalian?!'”

Ayat 79, yaitu firman Allah ta’ala

“Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (al-Baqarah: 79)

Sebab Turunnya Ayat

An-Nasa’i meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ayat ini turun kepada Ahli Kitab.”

Ibnu Abi Hatim dari jalur Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ayat ini turun kepada para pendeta Yahudi. Mereka menemukan ciri-ciri Nabi saw. termaktub di dalam Taurat, yaitu pelupuk di sekeliling matanya berwarna hitam, bertubuh sedang, berambut ikal, dan berwajah tampan. Lalu mereka menghapuskan keterangan tersebut karena kedengkian dan kezaliman mereka. Atau dengan berdusta mereka berkata, ‘Kami menemukan ciri-cirinya bertubuh tinggi, berkulit hijau, dan berambut lurus.'”

Ayat 80, yaitu firman Allah ta’ala,

“Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (al-Baqarah: 80)

Sebab Turunnya Ayat

Ath-Thabrani di dalam al-Mu’jamul Kabiir, Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari jalur Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abu Muhammad dari Ikrimah atau Sa’id ibnuz-Zubair dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika Rasulullah saw. datang ke Madinah, orang-orang Yahudi mempunyai pendapat bahwa usia dunia adalah tujuh ribu tahun. Juga pendapat bahwa sesungguhnya orang-orang disiksa di dalam neraka satu hari dalam setiap seribu tahun menurut hitungan hari di akhirat. Dan siksa itu hanya selama tujuh kali, kemudian akan berhenti. Maka Allah menurunkan firman-Nya,

‘Dan mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami,…’ hingga firman-Nya, ‘…Mereka kekal di dalamnya.'” (al-Baqarah: 80-81)

Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur adh-Dhahhak dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang Yahudi berkata, “Kami tidak akan masuk neraka kecuali hanya memenuhi sumpah Allah. Kita hanya akan disiksa selama jumlah hari ketika kita menyembah patung lembu, yaitu selama empat puluh hari. Setelah itu siksa pun akan berhenti.” Maka turunlah ayat di atas.

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Ikrimah hadits yang berbeda.

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 30 – 34.