Ribuan Demo Anti- Serangan Zionis Israel Di Frankfurt

Demontrasi secara besar besaran yang diadakan oleh gabungan berbagai komponen digelar masyarakat Inggris guna menyesalkan serangan militer berpesawat udara oleh Israel terhadap warga sipil Palestina.

Penyanyi Annie Lennox dan para politisi serta aktivis tampak ikut dalam demo yang dimulai di London, ibukota Kerajaan Inggris, Sabtu.

Demo serupa kemudian digelar pula di kota kota lain, seperti Manchester, Skotlanda, Leeds, Sheffield, Newcastle, kota Liverpool, Hastings, York, Norwich, Tunbridge Wells, Protest Durham, Bradford, Bristol, Portmouth, Hull, Swansea.

Di London demo dimulai pukul dua siang dengan berkumpul di depan gedung Parliament Square, dekat Westminster, yang masih satu kompleks dengan jam besar Big Ben.

Sekretaris Ikatakan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk Kerajaan Inggris, Dono Widiatmoko, mengatakan bahwa organisasi yang secara resmi ikut bergabung dalam demo di kota Manchester, diantaranya adalah Greater Manchester Stop the War Coalition, Palestine Forum, North Manchester against Wars.

Selain itu juga bergabung Muslim Association of Britain, seperti Action Palestine, Manchester Palestine Solidarity Campaign, Muslim Public Affairs Committee-UK, Greater Manchester Respect, Permanent Revolution, Manchester SWP, dan Fight Racism Fight Imperialism.

Di Manchester, demo dimulai pukul 12 siang yang dimulai dari Cavendish St, All Saints Park on Oxford Rd. Manchester menuju pusat kota dan berkumpul di Albert Square.

Sementara itu, di kota Glasgow, Skotlandia, juga digelar demo yang dimulai di luar gedung Lloyds TSB St Vincent Street, dan mereka berkumpul di Blytheswood Square pada pukul 14.00, kemudian di kota Edinburg mulai pukul 12.00 berlangsung di kawasan Foot of the Mound, Princes Street.

Di Kota Exester yang juga demo dimulai pukul 12 siang yang diadakan di Bedford Square, Exeter High Street, para pendemo diminta membawa bunga dan mengenakan busana hitam.

Dua hari sebelumnya, demo juga digelar oleh Hizbut tahrir Britain di depan Kedutaan Mesir yang menuntut agar pasukan Mesir, Suria, serta Iran dapat membantu rakyat Palestina di Jalur Gaza. 11Meskipun cuaca mencapai minus 5 derajat celcius, Sabtu siang (15/10) pelataran stasiun kereta Frankfurt am Main HBF telah diwarnai oleh atribut bendera dan plakat untuk Palestina. Segerombolan massa besar yang hadir dari berbagai kota di negara bagian Hessen ini, menyedot banyak perhatian dan simpati warga Jerman yang sedang berakhir pekan.

Ditenggarai oleh Islamische Religionsgemeinschaft negara bagian Hessen (IRH), aksi peduli yang diantisipasi hanya menyedot 1000 peserta ini melonjak drastis menjadi 10.000 peserta, dan tercatat sebagai salah satu aksi unjuk rasa terbesar di Jerman menyusul agresi brutal Israel ke jalur Gaza pada Sabtu (27/12/2008).

Tidak hanya terbatas pada komunitas-komunitas islam di negara bagian Hessen. Aksi solidaritas ini juga diikuti oleh kalangan non-muslim dan beberapa golongan, yang masing-masing mengatas-namakan kelompok anti-fasismus, kelompok anti-rasialis dan kelompok anti-imperialis. Secara serempak mereka mengutuk keras perilaku brutal agresor Israel hingga memakan korban lebih dari 450 warga palestina, yang sebagian besar di antaranya warga sipil, tidak terkecuali anak-anak dan wanita.

Selain beratribut bendera-bendera Palestina, sebagian besar peserta serempak mengenakan keffiyeh hitam-putih di lehernya, yang merupakan ikat leher atau kepala ciri khas Palestina semenjak tahun 1930. Selain berfungsi sebagai penutup leher dari dinginnya cuaca, dalam dua tahun belakangan keffiyeh menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat Jerman. Di samping alasan mode, sebagian besar mendedikasikan keffiyeh mereka sebagai simbol dukungan atas perjuangan rakyat Palestina.

Secara umum ada lima tuntutan besar yang diajukan pada aksi Sabtu siang itu; mendesak Israel secepatnya menghentikan agresinya; melepaskan blokade dan melepaskan intimidasi sepihak atas jalur Gaza; pemenuhan pasokan bahan-bahan makanan, air bersih, bahan bakar dan obat-obatan untuk jalur Gaza; secepatnya menghentikan proyek perluasan pemukiman di Westbank; dan bebaskan tahanan-tahanan politik.

Pada orasi penutupan yang mengambil tempat di depan kantor pemerintahan Frankfurt di Römer, masing-masing komunitas menampilkan seorang perwakilannya yang disahut dengan gemuruh takbir dan yel-yel “stop agresi biadab di Gaza!”, “tidak untuk kekerasan!” sambil bersahutan mempertanyakan, “di manakah solidaritas internasional?”

Meskipun sempat melumpuhkan beberapa transportasi umum dan menutup beberapa jalan utama di Frankfurt, pihak kepolisian mengakui aksi ini berjalan dengan sangat tertib. Dalam catatannya, hanya ada seorang demonstran bermasalah yang bermaksud membakar bendera Israel, namun berhasil dicegah oleh demonstran lainnya.
Selain berlangsung di Frankfurt am Main, aksi protes terhadap agresi militer Israel ini juga berlangsung di beberapa kota besar lainnya di Jerman, seperti Berlin, Düsseldorf, dan Karlsruhe. (smdia/arbi)