Al-Shabaab Tahan 15 Wanita Karena Berprilaku Tidak Sesuai Aturan Islam

Pajuang Somalia yang setia kepada Al-Shabaab, kelompok pejuang Islam yang sangat menentang Pemerintah Federal Transisi Somalia yang didukung Barat, telah menahan sekitar 15 wanita di distrik Afgoye di wilayah Lower Shabelle, sekitar 30 kilometer selatan Mogadishu.

Para wanita tersebut dituduh melakukan ululating di sebuah pesta pernikahan di kota Afgoye.

Penduduk mengatakan bahwa perempuan-perempuan tersebut dibawa ke sebuah pusat penahanan di distrik pusat dan telah didakwa dengan meluapkan ekspresi sukacita yang dilarang di depan khalayak ramai.

Ululation (melengkingkan suara dengan sangat keras-Red) sangat populer di kalangan wanita Somalia, khususnya di kalangan perempuan di wilayah selatan dan tengah yang menggabungkannya dengan lagu-lagu dengan tarian lokal yang dikenal sebagai baraanbur untuk perayaan pesta pernikahan dan perayaan lainnya.

Al-Shabaab pada hari Senin juga menahan 10 pemuda di wilayah koridor Afgoye-Mogadishu, barat daya ibukota Somalia, di mana sebagian dari mereka yang melarikan diri dari perang di Mogadishu menemukan tempat berlindung di wilayah tersebut karena dituduh bermain sepak bola yang dilarang pada bulan Mei.

Pada tanggal 21 Mei, sebuah instruksi dari kantor Al-Shabaab di kota Afgoye memerintahkan para pemuda untuk berhenti bermain atau menonton sepakbola saat masuk waktu shalat, dan memerintahkan mereka untuk menghadiri shalat di masjid dan mengikuti sesi ceramah agama untuk meningkatkan kesadaran publik tentang jihad.

Kelompok Al-Shabaab ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia. Kelompok ini telah menerapkan Syariah Islam dalam kehidupan sehari-hari di wilayah yang mereka kuasai, terutama di Somalia Tengah dan Selatan.

Kelompok pejuang Islam Somalia itu menganggap ungkapan sosial seperti musik dan tarian rakyat sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan Islam. Akibatnya, Radio dan TV di daerah diwilayah yang dikontrol Al-Shabaab telah dilarang untuk memutar musik dan lirik lagu lainnya sejak April 2009. (Fani/vis)