Ulama Mesir Serukan Perlawanan Anti Israel

Seorang ulama senior Mesir menyerukan seluruh umat Islam untuk membentuk sebuah front persatuan melawan Zionis Israel.

Jamaluddin Quthb, imam shalat Jumat Kairo dan guru di Universitas al-Azhar, menyesalkan ketidakmampuan umat Islam dalam menghadapi kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina meskipun komunitas Muslim tergolong besar, IRNA melaporkan pada hari Jumat (3/6).

“Muslim mendiami 54 negara di dunia, tapi mereka tidak punya kekuatan, sementara Zionis meskipun populasinya kecil, namun mereka mampu menggertak 1,5 miliar umat Islam,” kata Quthb.

Ulama Mesir ini mendesak solidaritas di tengah umat Islam sehingga mereka bisa mencapai kemajuan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik dan militer.

“Jika kita bisa memperkuat diri dalam segala aspek, maka kita akan mampu membuat Zionisme global menggigit jari,” tegasnya.

Pasca Revolusi Mesir, mayoritas rakyat Mesir mendesak pihak pemerintah agar lebih tegasnya pada Israel dan mendukung Palestina. Minggu lalu, Mesir memutuskan telah membuka pintu gerbang Rafah secara permanen. Kacuali hari Jumat dan hari libur resmi Mesir, maka pintu menuju wilayah Gaza ini akan dibuka pada pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore, setiap harinya, sebagaimana dilansir aljazeera.net (26/5)

Langkah ini merupakan upaya Mesir untuk mengakhiri perselisihan di Palestina dan mewujudkan perdamaian di wilayah itu.

Langkah ini juga menunjukkan adanya perubahan politik di Mesir, pasca jatuhnya Mubarak yang dikenal memiliki kerja sama dengan pihak penjajah Zionis, dalam mengisolasi Gaza yang dikuasai Hamas. (Fani/hdt)