130 Tentara Libya Ditembak Mati Karena Tolak Tembaki Para Demonstran

Federasi HAM Internasional, Rabu (23/2), mengumumkan bahwa 130 tentara Libya ditembak mati setelah mereka menolak untuk menembaki para demonstran yang meminta Muammar Gaddafi mundur. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dalam aksi unjuk rasa menuntut mundurnya Gaddafi semakin bertambah. Hingga Rabu, sedikitnya 640 orang telah meninggal dalam aksi itu.

Informasi meninggalnya ratusan demostran itu diperoleh oleh Federasi HAM Internasional dari berbagai sumber. Di antaranya dari team kedokteran, militer dan organisasi-organisasi ham. Sedikitnya 275 demonstran meninggal di Ibukota Tripoli dan 230 orang lainnya meninggal di kota Benghazi.

Kasus ini menambah deretan panjang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Gaddafi. Rencananya, Federasi HAM Internasional akan membawa kasus ini ke pengadilan internasional, sebagaimana diberitakan oleh kantor berita Jerman, DBI.

Menurut keterangan seorang dokter asal Prancis yang bertugas di kota Benghazi, peristiwa meninggalnya para demonstran sangat mengerikan. Pada hari pertama, 75 demonstran terbunuh. Hari kedua, 200 demonstran terbunuh. Pada hari ketiga, jumlah demonstran yang meninggal capai 500 orang. Mereka meninggal karena tertembak kaki dan perutnya serta dada dan kepalanya.

Rumah sakit di Benghazi memiliki 1500 tempat pasien, seluruhnya penuh oleh para demonstran yang meninggal dan terluka, jelas dokter asal Prancis itu.

Red: Fani
Sumber: Islammemo