Karena Muslim, Salim Ditolak Bekerja

Seorang Muslim pekerja bandara, Salim Zakhrouf, telah menuduh perusahaan penerbangan Cathay Pacific melakukan rasisme setelah ia ditolak wawancara kerja. Chathay hanya menyediakan satu lowongan pekerjaan, dan anehnya, ketika dua hari kemudian Salim kembali melamar dengan nama palsu yang “keinggris-inggrisan”, dia langsung diterima.

Pria kelahiran Aljazair ini membaca lowongan pekerjaan di Cathay Pacific sebagai petugas pelayanan penumpang di Bandara Heathrow. Zakhrouf, 38 tahun , yang tinggal di Inggris sejak 1991 dan merupakan warga negara Inggris, diberitahu melalui email dia cocok untuk pekerjaan itu dan wawancara dibatalkan.

Tapi 48 jam kemudian sebagai ‘Ian Woodhouse’ dengan CV identik dan alamat rumah sama, ia diundang untuk wawancara oleh petugas personil yang sama yang pertama kali menolaknya.

Zakhrouf, yang memiliki pengalaman layanan pelanggan 17 tahun dan bekerja sebagai agen penanganan penerbangan Heathrow, menolak untuk hadir dalam wawancara itu. Sebaliknya ia melaporkan pada serikat pekerja Unite tempat dia bernaung yang berencana untuk membawa kasus ini ke pengadilan. Unite menuduh Cathay Pacific melakukan diskriminasi rasial dan berkas siap dilayangkan ke pengadilan kerja.

Kepala Pemasaran Cathay Pacific Inggris, Roberto Abbondio, yang dihubungi Daily Mail menyatakan permintaan maafnya. Ia menyebut telah terjadi ‘kesalahan administratif’ oleh stafnya saat memproses 709 aplikasi dan berkata Cathay sedang meninjau kembali proses perekrutan setelah kasus yang dia digambarkan sebagai ‘disayangkan dan mengecewakan’.

Manajer Personalia Cathay Pasifik Inggris Alison Loftin, juga telah mengirimkan email pada Zakhrouf untuk meminta maaf dan untuk mengatur pertemuan kembali dengannya.

Zakhrouf, yang telah menikah dan memiliki putri berusia 19 bulan menyatakan tak lagi berminat bekerja pada Cathay Pacific. “Cara mereka menangani aplikasi saya rasis dan tidak adil. Saya telah mengirimkan tujuh kali aplikasi pekerjaan di Cathay dalam tiga tahun terakhir dan saya selalu ditolak. Namun ketika nama palsu digunakan, mereka langsung memanggil. Bagi saya, ini hal sangat serius,” ujarnya.

Red: Fani
Sumber: Republika