Alhamdulillah, RS Delta Cabut Larangan Berjilbab

Nurul Hanifah (30) dan suami akhirnya bisa bernafas lega setelah memperjuangkan keyakinannya. Warga perumahan Griya Pratama blok Q 5-6 Durung Beduk Candi yang menjadi korban pelarangan jilbab di Rumah Skait Delta Surya Nurul Hanifah akhirnya merasa bersyukur setelah tuntutannya diperbolahkan bekerja dengan tetap menutup aurat disetujui pihak management RS Delta Surya.

Rasa syukur ini disampaikan Fahmi, suami dari Nurul Hanifah, Sabtu (29/1) pagi.

“Alhamdulillah, semuanya sudah selesai dan clear, sambil menunggu desain baru baju Muslimah yang diajukan MUI Sidoarjo, “ ujar Fahmi.

Sebagaimana diketahui, masalah jilbab ini mencapai titik temu setelah ada kesepakatan antara pihak management RS Delta Surya dengan karyawan dengan dihadiri LBH Surabaya serta Dinsosnaker Sidoarjo di ruang pertemuan di Dinsosnaker, Jumat (28/1/2011).

Menurut Fahmi, persoalan antara istrinya dengan pihak Rumah Sakit Delta Surya tinggal 75 persen karena masih ada ganjalan surat peringatan (SP) 1 dan 2 dari RS Delta Surya yang masih belum dicabut. Menurutnya, persoalan ini akan diselesaian beberapa hari lagi.

Meski demikian, menurut Syaiful Aris dari Lembaga Bantuan Hukum Surabaya yang mendampingi Nurul, subtansi kasus larangan jilbab ini sudah selesai.

“Saat ini kasus larangan jilbab tersebut sudah menemukan jawaban, yakni dengan diperbolehkannya karyawan untuk mengenakan jilbab selama bekerja,” tukas dia dengan menyebut kasus larangan berjilbab itu kedaluarsa.

Aris juga menandaskan, secara substansi mengenakan jilbab itu tidak berpengaruh pada kinerja seseorang tertama pada bidang kesehatan seperti yang terjadi di Sidoarjo.

Sementara itu, Nurul Hanifah saat dikonfirmasi masih berada di rumah sakit.

Red: Fani
Sumber: Hidayatullah