Apa Hukum Asal Bersuci dari Hadats dan Kotoran?

Jawaban:
Hukum asal bersuci dari hadats adalah dengan air dan tidak ada kesucian kecuali dengan air, baik air yang bersih maupun yang telah berubah karena sesuatu yang suci, karena menurut pendapat yang rajih bahwa jika air berubah karena sesuatu yang suci maka dia tetap disebut air dan kesuciannya tidak hilang, bahkan air itu tetap bersih dan membersihkan, baik pada dirinya sendiri maupun untuk membersihkan sesuatu yang lain. Jika tidak ada air atau seseorang takut akan menimbulkan bahaya jika memakainya, maka dia boleh bertayamum, yaitu dengan memukulkan kedua telapak tangan dengan tanah, kemudian diusapkan pada wajah dan dipukulkan lagi untuk mengusap kedua tangan sampai lengan secara bergantian. Itulah cara bersuci dari hadats.

Sedangkan cara bersuci dari kotoran, boleh menggunakan apa saja yang dapat menghilangkan fisik kotoran itu, baik dengan air maupun benda lain yang dapat menyucikannya, karena maksud bersuci dari kotoran adalah menghilangkan bentuk lahir kotoran itu dengan benda yang dapat menghilangkannya. Jika fisik kotoran itu bisa dihilangkan dengan air, bensin atau benda cair dan benda padat lainnya, maka itu bisa digunakan untuk bersuci. Tetapi, untuk menghilangkan najisnya anjing, harus dilakukan sebanyak tujuh kali cuci, salah satunya dengan tanah. Dengan demikian jelaslah kita ketahui perbedaan antara bersuci dari hadats dan bersuci dari kotoran.

Sumber: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Fatawa arkaanil Islam atau Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, terj. Munirul Abidin, M.Ag. (Darul Falah 1426 H.), hlm. 221.

Baca Juga