Di Inggris, Mata Pelajaran Agama Islam Dituduh Ajarkan Kekerasan

Di tengah-tengah maraknya Islamophobia di negara-negara Eropa dan Barat, salah satu acara televisi Inggris, Panorama, mengkritik sekolah-sekolah swasta Inggris yang mengajarkan pelajaran agama Islam. Dalam sebuah acara televisi itu, mereka menuduh sekolah-sekolah itu telah mengajarkan kekerasan dan mengajak kepada anti-semitisme.

Tuduhan itu dibantah oleh menteri pendidikan Inggris. Menurutnya, tidak ada pelajaran agama Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah swasta di Inggris mengajarkan kepada kekerasan.

Acara televisi swasta Inggris, Panaroma, menunjukkan akan kebenciannya terhadap ajaran Islam. Dalam acara itu dinyatakan, sedikitnya ada 5 ribu siswa yang mempelajari pelajaran agama Islam di Inggris. Dalam materi itu, para siswa diajarkan bahwa Yahudi dikutuk menjadi kera dan babi, hukuman pelaku zina adalah dirajam dan hukuman bagi pencuri di potong tangan dan kakinya.

Selain itu, dalam acara itu juga dipaparkan bahwa pada sekolah-sekolah swasta di Inggris, anak-anak yang baru berusia 6 tahun sudah diberi pertanyaan, apakah yang akan terjadi bagi seorang non muslim yang telah meninggal? Maka anak itu diberi jawaban, ia di neraka.

Banyak pula buku-buku di sekolah-sekolah itu memperingatkan para siswanya dari melakukan seks bebas. Dalam buku itu dijelaskan ancaman bagi pelaku zina akan dirajam dengan batu, dibakar dengan api atau diasingkan, tuduh mereka dalam acara televisi, Panaroma.

Menurut para pengamat terhadap kaum minoritas muslim di Barat, acara televisi itu adalah serangan terhadap Islam. Acara itu lahir dari kekhawatiran Barat. Mereka menyadari bahwa ruh spritual mereka lemah sehingga tidak mungkin bisa menghadapi ajaran Islam yang terus menyebar.

Untuk informasi, penduduk Inggris sedikitnya berjumlah 60 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sedikitnya ada 2 juta ummat Islam yang tinggal di negeri itu. (ism/Fani)