Mahasiswi Bercadar Diusir dari Kelasnya

ImageMenurut salah satu sumber berita di Kanada, Senin (12/04), menyebutkan, salah satu universitas di Kanada telah mengusir seorang mahasiswinya dari kelasnya karena ia mengenakan cadar.   Mahasiswi tersebut bernama Aisyah, ia adalah seorang mahasiswi yang berumur 25 tahun. Ketika ia mengikuti mata pelajaran bahasa Prancis, ia diberi dua pilihan, membuka cadar atau keluar kelas tidak mengikuti pelajaran.
  Mendapat perlakuan demikian, Aisyah merasa dilecehkan. Dalam pengakuannya, ia mengatakan, "Saya merasa sangat sedih. Saya sangat mencintai pelajaran bahasa Prancis seperti kecintaanku kepada kampus ini, karena kampusku merupakan rumah keduaku. Akan tetapi, melepas cadar bagiku adalah seperti merobek-robek kehormatanku, seperti halnya permintaan untuk melepas bajuku."

Melihat perlakuan yang didapatkan oleh Aisyah, teman-temannya pun memberikan dukungan moral kepadanya. Diantaranya seperti dukungan yang diberikan salah satu temannya, Rachna Abreaul. Ia mengatakan, "Kami tidak rela terhadap pengusiran yang dialami oleh Aisyah, kami semua menginginkan supaya ia kembali. Ia dicintai oleh semua teman-temannya dan kami saling tolong menolong. Ia juga seorang mahasiswi yang cerdas dan cinta terhadap pelajaran bahasa Prancis."

Pengusiran yang dialami oleh Aisyah tanpa ada peringatan terlebih dahulu sangat disayangkan oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi, Mustafa Kashani.

"Menurut saya, saya lebih suka bila tidak memakai cadar. Tapi, saya sangat menyayangkan pengusiran yang dialami oleh Aisyah, terlebih ia belum diberi kesempatan dan peringatan terlebih dahulu," jelas Mustafa Kashani.

"Saya yakin, kami dapat memberikan solusi permasalahan Aisyah tanpa harus mengusirnya," tambahnya.

Pengusiran seorang mahasiswi yang memakai cadar ini bukan yang pertama kalinya terjadi di Provinsi Quebec. Tapi, sebulan yang lalu juga ada seorang mahasiswi muslimah asal Mesir yang memakai cadar juga diusir dari kelasnya. (Ism/Fani)