Hasrat Amerika untuk Menjajah Haiti

ImageMenjajah adalah kebiasaan Amerika. Tidak saja ingin menguasai dunia perpolitikan, tapi perekonomian dan kehidupan sosialpun ingin diraib pula. Itu semua adalah prinsip sistem kapitalisme yang diidam-idamkan dan diimpikan oleh masyarakat Amerika sejak bertahun-tahun.

Pasca gempa berkekuatan 7 skala Richter yang mengguncang Haiti, Amerikapun memanfaatkan moment itu untuk menjajahnya. Dengan berkedok "bantuan kemanusiaan", Amerika mengirimkan 10.000 tentaranya ke Haiti. Tak heran apabila Menlu Prancis, Bernard Kouchner, kemudian mengklaim dengan terang-terangan bahwa Amerika berusaha menjajah Haiti. Pernyataan serupa juga dikatakan oleh Presiden Venezuela, Hugo Chavez. Ia mengklaim Amerika Serikat telah memanfaatkan gempa bumi di Haiti sebagai dalih untuk menjajah. "Saya menebak ke-3000 pasukan Amerika yang dikirim ke Haiti dengan bersenjata Marinir lengkap adalah untuk perang dan menjajah, karena seharusnya yang dirikim oleh Amerika adalah para dokter, obat-obatan dan bahan bakar. Anehnya lagi, Amerika mengirimkan pasukannya secara rahasia." tegasnya.

Ia pun menambahkan, "Apabila Anda lihat di jalan-jalan, Anda tidak akan menjumpai mereka mengumpulkan mayat dan mencari yang luka. Lantas di manakah mereka?"

Amerika Tidak Pedulikan Kemanusiaan

Di tengah-tengah korban gempa di Haiti yang sangat memerlukan bantuan medis dan logistik, Amerika justru menghalang-halangi kedatangan bantuan kemanusiaan dari negara-negara lain. Di bandara Haiti, Amerika disibukkan dengan mendaratkan ribuan militer dan lengkap dengan senjatanya. Tak ayal, aktivitas itupun menghalangi berbagai bantuan  yang akan masuk ke Haiti. Bantuan kemanusiaanpun terpaksa mengantri, padahal para korban gempa sudah sangat membutuhkannya.

Amerika Juga Bawa Misi Kristenisasi

Kedatangan Amerika ke Haiti ternyata mempunyai misi ganda. Selain ingin menjajahnya, iapun membawa misi kristenisasi. Misi kristenisasi lebih dikedepankan daripada misi kemanusiaan.

Amerika dengan lembaga kristenisasinya telah mengirim Injil digital ke Haiti, bahkan Injil digital yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Haiti itu dikirim lebih awal daripada bantuan logistik dan medis. (Fani/imm)