Tidak sedikit orang yang merasa lemah semangatnya, malas beribadah, dan tidak bergairah memperbaiki diri, padahal ia tidak tenggelam dalam maksiat. Penyebabnya sering kali bukan dosa besar, tetapi kosongnya ilmu dan kaburnya tujuan hidup.
Dr. Muhammad Ibrahim Al-Hamad menjelaskan bahwa ilmu adalah bahan bakar utama himmah. Ketika ilmu minim, cita-cita menjadi rendah. Ketika tujuan hidup tidak jelas, semangat pun mudah padam.
Ilmu sebagai Penggerak Hati
Ilmu dalam Islam bukan sekadar informasi, tetapi cahaya yang menghidupkan hati. Semakin seseorang mengenal Allah, agama-Nya, dan akhirat, semakin kuat dorongan untuk beramal.
Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS. Fathir: 28)
Rasa takut dan harap kepada Allah inilah yang melahirkan himmah tinggi. Tanpa ilmu, ibadah menjadi kering dan rutinitas tanpa ruh.
Dampak Kurangnya Ilmu terhadap Himmah
- Tidak Merasakan Keutamaan Amal
Orang yang tidak mengetahui keutamaan shalat malam, sedekah, atau menuntut ilmu akan sulit bersemangat melakukannya. - Mudah Tersesat Prioritas
Tanpa ilmu, seseorang mudah sibuk pada hal yang kurang penting dan mengabaikan yang lebih utama.
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata: “Barang siapa tidak mengetahui yang paling utama, ia akan sibuk dengan yang kurang utama.” - Ibadah Tanpa Rasa
Kurangnya pemahaman membuat ibadah terasa berat, cepat bosan, dan mudah ditinggalkan.
Kaburnya Tujuan Hidup
Himmah tidak mungkin tinggi jika seseorang tidak tahu untuk apa ia hidup. Banyak orang hidup mengikuti arus:
- Sekadar bekerja
- Sekadar memenuhi rutinitas
- Sekadar mengejar kenyamanan
Padahal Allah ﷻ telah menegaskan tujuan hidup manusia: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ketika ayat ini tidak menjadi kompas hidup, maka arah hidup menjadi kabur dan semangat mudah hilang.
Hubungan Ilmu, Tujuan Hidup, dan Himmah
Ilmu:
- Menjelaskan ke mana arah hidup
- Menunjukkan apa yang bernilai di sisi Allah
Tujuan hidup:
- Menentukan apa yang diperjuangkan
- Menjaga konsistensi amal
Jika keduanya lemah, maka himmah akan:
- Turun
- Mudah goyah
- Tidak bertahan lama
Cara Membangkitkan Himmah melalui Ilmu
- Menuntut Ilmu Secara Bertahap dan Konsisten
Mulai dari ilmu dasar yang berkaitan dengan iman dan ibadah. - Mempelajari Keutamaan Amal
Mengetahui pahala dan dampak amal akan menghidupkan semangat. - Menghadiri Majelis Ilmu
Majelis ilmu bukan hanya tempat belajar, tetapi penguat jiwa. - Membaca Buku-Buku Ulama tentang Akhirat
Kisah dan nasihat mereka menumbuhkan cita-cita tinggi.
Refleksi Diri
Coba tanyakan pada diri:
- Ilmu apa yang sedang saya pelajari hari ini?
- Apakah saya punya target akhirat yang jelas?
- Apakah aktivitas saya mendekatkan atau menjauhkan dari tujuan hidup saya?
Penutup
Ilmu adalah cahaya, dan tujuan hidup adalah arah. Tanpa keduanya, himmah akan padam meski niat awalnya baik.
Pada seri selanjutnya, kita akan beralih ke bagian penguat himmah: Mengenal Allah dan nama-nama-Nya sebagai sumber himmah tertinggi.
Sumber:
Muhammad Ibrahim Al-Hamad, Al-Himmah Al-‘Aliyah
Madarijus Salikin – Ibnul Qayyim