Cinta Dunia Berlebihan, Penghambat Utama Himmah (Seri 5)

Salah satu penghambat terbesar lahirnya himmah ‘aliyah adalah cinta dunia yang berlebihan. Dunia pada hakikatnya hanyalah sarana, namun ketika ia berubah menjadi tujuan, maka semangat menuju akhirat akan melemah. Dr. Muhammad Ibrahim Al-Hamad menegaskan bahwa dunia yang masuk ke dalam hati akan mengusir cita-cita akhirat dari jiwa.

Dunia: Sarana, Bukan Tujuan
Islam tidak melarang dunia, bekerja, atau mencari harta. Yang dilarang adalah menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup.
Allah ﷻ berfirman: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)
Ayat ini menegaskan keseimbangan: dunia di tangan, akhirat di hati.

Bagaimana Cinta Dunia Melemahkan Himmah?

  1. Membuat Amal Terasa Berat
    Ketika kenyamanan dunia menjadi prioritas, ibadah akan terasa mengganggu: bangun malam terasa berat, sedekah terasa mengurangi, dakwah terasa menyita waktu.
  2. Melahirkan Sikap Takut Kehilangan
    Orang yang cinta dunia takut kehilangan harta, jabatan, atau popularitas, sehingga enggan mengambil jalan kebenaran jika terasa berisiko.
  3. Mengecilkan Cita-Cita Akhirat
    Surga dianggap terlalu jauh, sementara kenikmatan dunia terasa dekat dan nyata. Akibatnya, himmah pun turun.
    Rasulullah ﷺ bersabda: “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia akan menginginkan lembah yang ketiga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tanda-Tanda Cinta Dunia Berlebihan

  • Sedih berlebihan saat kehilangan dunia
  • Gembira berlebihan saat mendapatkannya
  • Mengorbankan ibadah demi kenyamanan
  • Takut berbuat benar karena resiko duniawi

Cara Mengobati Cinta Dunia

  • Sering mengingat akhirat dan kematian
  • Membaca kisah para salaf
  • Membiasakan diri dengan amal yang mengalahkan hawa nafsu
  • Berdoa agar hati tidak terpaut pada dunia
    Doa Nabi ﷺ: “Ya Allah, jangan Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami.” (HR. Tirmidzi)

Penutup
Cinta dunia bukan diukur dari banyaknya harta, tetapi dari seberapa kuat ia mengikat hati.
Siapa yang mampu melepaskan dunia dari hatinya, maka himmahnya akan terbang tinggi menuju akhirat.

Sumber:
Al-Himmah Al-‘Aliyah, Muhammad Ibrahim Al-Hamad
Al-Wabil Ash-Shayyib, Ibnul Qayyim