Membuat Shaf Disebelah Kanan Imam, Apakah Di Syari’atkan Ketika Shalat Jenazah

Pertanyaan:  

Apakah membuat shaf disebelah kanan imam, disyari’atkan ketika shalat jenazah?

Jawab:

Pada dasarnya, seluruh shaf itu letaknya dibelakang imam. Baik itu dalam shalat jenazah atau pada shalat-shalat lainnya yang kita diperintahkannya secara berjama’ah, selama tempatnya luas dan mencangkup jama’ah.

Adapun mengenai shalatnya Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu an’hu diantara Alqamah  Radhiyallahu an’hu dan Al-Aswad Rhadiyallahu an’hu, maka hal itu dikarenakan sempitnya tempat.

Hal ini diterangkan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan selainnya. Jadi yang shahih, ini hanya perbuatan Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu an’hu. Barangsiapa menghukumi hal ini sebagai hal Marfu’, atau meyakini diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam maka ia berbuat tidak benar.

Kemudian kita harus tahu, bahwa dalam shalat jenazah, diutamakan jika orang-orang yang melayati itu jumlahnya sebanyak tiga shaf. Sesuai dengan hadits Malik bin Hubairah Radhiyallahu an’hu yang mar’fu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, bahwa beliau bersabda,

Artinya: “Tiada seorang muslim yang meninggal dunia, kemudian dishalati tiga shaf dari kaum muslimin, kecuali do’a mereka dikabulkan oleh Alloh subhnahu wa Ta’ala.”

Karena hadits diatas inilah setiap  Malik Bin Hubairah Rhadiyallahu an’hu mengangnggap sedikit orang yang melayati jenazah. Ia langsung membagi mereka menjadi tiga shaf sesuai hadits diatas.

Tetapi dzahir hadits ini bahwa para jamaah ini memang berjumlah tiga shaf dibelakang imam, bukan dibagi menjadi tiga seperti pendapat Malik Rhadiyallahu an’hu.

Ada yang mengatakan bahwa imam tetap menjadikannya menjadi tiga shaf( Tidak perlu membaginya menjadi tiga).

Sedangkan sebagian ulama lain berpendapat, hendaknya beberapa orang yang melayati jenazah itu berdiri disamping kanan imam, agar menjadi satu shaf yang terhitung. Tetapi asal dari perbuatan ini adalah tidak boleh, kecuali ada udzur,seperti jika makmumnya hanya satu orang, atau tempatnya tidak cukup untuk shaf. Allahu ‘alam.

 

 

Sumber: Al-Muqarribu Lii Ahkami Al-Janaizi oleh Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah Al-Uroifi