Al Muta’al (Yang Maha Tinggi)

Disebutkan dalam Al Qur’an: 1 kali

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ

“Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; yang Maha besar lagi Maha tinggi.” (Ar Ra’d: 9)

Al-Muta’al (Yang Maha Tinggi) atas segala makhluk ciptaan-Nya, Maha Tinggi dari adanya sekutu bagi-Nya seperti yang dituduhkan oleh orang-orang ilhad (menyimpang). Oleh sebab itu dalam penggunaan bahasa dikatakan, “Ta’aalallaah ‘an kadzaa” (Maha Tinggi Allah dari hal ini) jika ada hal-hal yang tidak layak dituduhkan kepada-Nya.

Al Muta’al adalah isim fa’il (kata sifat) dari perkataan sehari-hari kita, “Allah Ta’ala,” sesuai dengan timbangan tafaa’alaa, dari kata dasar al-‘uluww, seperti halnya dikatakan: “Allah Tabaaraka” (Maha berkah Allah) dari kata dasar “al-barkah.”

Berdoa dengan Nama Al-Muta’aal

Doa Ibadah

Siapa saja yang telah memahami makna tiga nama (Al-‘Aliyy, Al-A’laa dan Al-Muta’al), maka ia akan dapat menyimpulkan bahwa  Allah Al-‘Aliyy (tinggi) dengan segala sifat-sifat kesempurnaan, Al-Muta’al (tinggi) dari sifat-sifat kekurangan dan Al-A’la (lebih tinggi) dari seluruh ciptaan-Nya. Memahami hal ini mengantarkan kepada nilai-nilai akhlak di mana ia meninggikan Allah mengagungkan kedudukan-Nya, serta mendekatkan diri dan mendekatkan diri lagi kepada-Nya.

Doa Permohonan

Berdoa dengan ketiga nama (Al-Aliyy, Al-A’laa dan Al Muta’al) cocok untuk permohonan ketinggian dan kedudukan di sisi Allah dan di sisi manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Sumber: Muallifah, The Miracle of Asmaul  Husna, Jakarta, Griya Ilmu.