Cara Berlindung Dari Fitnah Dajjal

Setiap Nabi yang telah memperingatkan umatnya akan fitnah Dajjal, sedang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih keras memperingatkan umatnya akan fitnah tersebut, karena beliau yakin bahwa umatnyalah yang pasti akan mengalaminya. Allah Ta’ala telah memberikan banyak penjelasan kepada beliau mengenai sifat-sifat dan ciri-ciri Dajjal, agar beliau memperingatkan umat beliau supaya berhati-hati dan waspada terhadap Dajjal, karena Dajjal ini akan muncul pada umat beliau sebagai umat terakhir sebab beliau adalah penutup para Nabi.

Di bawah ini adalah sebagian petunjuk yang beliau berikan kepada umatnya supaya selamat dari fitnah yang sangat besar ini yang kita memohon perlindungan kepada Allah agar Dia menyelamatkan dan menjauhkan kita darinya:

  • Berpegang teguh dengan dinul islam dan bersenjatakan iman dan mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah yang baik yang tidak bersekutu padanya seorangpun, sehingga ia mengertibahwa Dajjal adalah manusia biasa yang makan dan minum sedangkan Allah Maha Suci dari itu semua. Dajjal adalah buta sebelah matanya sedangkan Allah tidak demikian, dan Allah tidak dapat oleh seorangpun hingga ia meninggal dunia sedangkan Dajjal dapat di lihat oleh manusia pada saat kemunculannya, baik orang itu percaya kepadanya maupun tidk mempercayainya ajakan dan seruannya.
  • Memohon perlindunga kepada Allah dari fitnah Dajjal, khususnya pada waktu shalat. Hal ini banyak di muat dalam hadits-hadits sahih antara lain yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i dari Aisyah r.a , bahwa Nabi biasa berdo’a dalam shalatnya dengan mengucapkan, yang artinya:

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal…”

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Mus’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash ia berkata, Sa’ad memerintahkan lima perkara yang diperintahkan oleh Nabi antara lain mengucapkan do’a yang artinya:

“Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah dunia yakni fitnah Dajjal.”

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda, “ Apabila salah seorang diantara kamu bertasyahud dalam shalat hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan: “Allahumma innii a’udzubika min ‘adzabi jahannam wa min ‘adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati wa min syarri fitnatil masihid dajjal”  (Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kemudian dan buruknya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).

Imam Thawus memerintahkan putranya untuk mengulangi shalatnya apabila dalam shalat itu sang putra tidak membaca do’a tersebut. Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian kaum salaf untuk mengajari putra-putri mereka dengan do’a yang agung.

  • Menghafalkan beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Nabi Muhammad menyuruh membaca beberapa ayat permulaan surat Al-Kahfi untuk menolak fitnah Dajjal, dan beberapa ayat menyebutkan ayat-ayat terakhir surat Al-Kahfi, yakni dengan membaca sepuluh ayat awalnya atau sepuluh ayat terakhirnya pada surat tersebut. Diantara hadits-hadits yang berkenaan dengan hal itu ialah yang meriwayatkan Muslim dari An-Nawas bin Sam’an yang sangat panjang, yang dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda yang artinya, “Maka barang siapa di antara kamu yang mendapatinya (zaman Dajjal) hendaklah ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat Al-Kahfi.”
  • Berlari dan menjauhi Dajjal dan yang lebih utama ialah dengan berdomisili di Mekkah dan Madinah, sebagaimana telah disebutkan bahwa Dajjal tidak akan memasuki kedua tanah Haram (Mekah dan Madinah). Apabila Dajjal telah muncul maka setiap muslim harus menjauhinya, sebab dia membawa kesyubhatan dan kejadian-kejadian luar biasa yang sangat besar memang dikuasakan Allah atasnya untuk memfitnah manusia. Maka ada orang yang mengira masih punya iman dalam dirinya, tetapi setelah di datangi Dajjal ia mengikutinya. Kita memohon perlindungan kepada Allah semoga Dia melindungi kita dan semua kaum muslimin dari fitnah Dajjal.

Rasululah bersabda, “Barang siapa yang mendengar ada Dajjal, maka hendaklah ia bersembunyi darinya. Demi Allah, ada seseorang yang mendatanginya dan dia mengira bahwa ia akan tetap beriman lantas dia mengikutinya, karena banyaknya syubhat yang menyertainya.” (H.R Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim)

  • Jika diantara kita yang tidak dapat berlari darinya, atau ditahan olehnya atau diuji dengan perjumpaannya, maka hendaklah ia memohon pertolongan Allah dengan membaca awal surat Al-Kahfi seperti yang kami terangkan diatas.
  • Mempelajari dan memahami dengan baik hakikat fitnah duhaima’ tiga bentuk fitnah Dajjal, materialisme, atheisme, dan zionisme, serta bersikap pro-aktif dalam semua bentuk anti propaganda mereka. Beberapa solusi diatas adalah jika berhadapan langsung dengan Dajjal dalam sosok yang sebenarnya. Namun , untuk menghadapi fitnah-fitnahnya, seorang muslim harus memahami terlebih dahulu hakikat dari fitnah Dajjal tersebut.

 

Sumber: Zikir Akhir  Zaman karya Abu Fatiah Al-Adnani