Ciri-Ciri Orang yang Pertama Kali Masuk Surga Tanpat Hisab

Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, disebutkan hadits dari Zuhri dari Sa’id bin Musayyib dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu yang berkata, bahwa saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda,

Yang masuk ke dalam surga di antara umatku adalah rombongan tujuh puluh ribu orang, wajah mereka bersinar seperti rembulan pada saat purnama.” Lalu Ukasyah bin Mihshan al-Asadi berkata sambil menghilangkan bitnik hitam yang ada padanya, “Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Ia menjadikanku termasuk di antara mereka!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, jadikan ia termasuk kelompok tersebut!” kemudian salah seorang dari kaum Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Allah menjadikanku termasuk kelompok tersebut!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau kalah cepat dari Ukasyah.” Inilah kelompok pertama dan mereka memasuki surga tanpa dihisab.

Dalam Shahih Muslim disebutkan hadits dari Muhammad bin Sirim dari Imran bin Hushain yang berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Di antara umatku ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa.” Ditanyakan, “Siapa merek?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yaitu mereka yang tidak bertato, tidak meminta diruqyah, tidak melakukan tathayyur, dan hanya kepada Rabb-nya mereka bertawakkal.” (Riwayat Muslim)

Orang-Orang yang Diambil Allah Untuk Masuk Surga

Thabrani berkata, bahwa berkata kepada kami Ahmad bin Khalid yang berkata, bahwa berkata kepada kami Abu Taubat yang berkata, berkata kepada kami Muawiyah bin Salam dari Zaid bin Salam, bahwa ia mendengar Abu Salam berkata kepada kami, Abdullah bin Amir bin Qais al-Kindi bahwa Abu Said al-Anmari berkata kepadanya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Rabb-ku ‘Azza wa Jalla telah berjanji kepadaku memasukkan dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa dihisab ke dalam surga dan setiap seribu orang dari mereka memberi syafa’at kepada tujuh puluh ribu orang. Kemudian Rabb-ku menciduk tiga kali dengan kedua telapak Tangan-Nya.” Ibnu Qais berkata, “Aku bertanya kepada Abu Said, ‘Apakah engkau mendengar hadits ini langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?’ Abu Said menjawab, ‘Ya, dengan dua telingaku dan dengan hati nuraniku.’ Abu Said berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dan yang demikian itu, jika Ia menghendaki, maka Ia mengambil orang-orang yang berhijrah di antara umatku dan Allah ‘Azza wa Jalla menyempurnakan sisanya bagi orang-orang Arab.’” (Thabrani berkata bahwa hadits ini tidak diriwayatkan dari Abu Said al-Anshari kecuali dengan sanad ini dan ia sendiri yang meriwayatkan dari Muawiyah bin Salam)

Dalam al-Hilyah disebutkan hadits dari Sulaiman bin Harb yang berkata, bahwa berkata kepada kami Abu Hilal dari Qatadah dari Anas dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda,

Rabb-ku ‘Azza wa Jalla telah berjanji kepadaku memasukkan di antara umatku seratus ribu orang.” Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, tambahilah!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Dan beginilah (Sulaiman bin Harb memberi isyarat dengan tangannya).” Abu Bakar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, tambahilah!” Umar berkata, “Allah mampu memasukkan manusia ke dalam surga dengan satu cidukan.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Umar benar!” (Hadits ini diriwayatkand ari Anas oleh Abu Ibrahim bin al-Haitsam al-Baladi dan di dalamnya terdapat kelemahan karena ia meriwayatkannya secara sendirian. Abu Hilal ar-Rasibi adalah orang yang berasal dari Basrah dan nama aslinya adalah Muhammad bin Sulaiman).

Abu Ya’la al-Maushulli berkata dalam Musnadnya bahwa berkata kepada kami Muhammad bin Abu Bakar yang berkata, bahwa berkata kepada kami Abdul Qahir bin Suri as-Sulami yang berkata, bahwa berkata kepada kami Hamid dari Anas bin Malik Radliyallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda,

Ada tujuh puluh ribu di antara umatku yang masuk surga.” Para shahabat berkata, “Tambahilah wahai Rasulullah.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Beginilah.” Sambil melipat tangannya. Para sahabat berkata. “Wahai Nabi Allah, Allah menjauhkan orang yang masuk neraka setelah itu?’”

Muhammad bin Abdul Wahid berkata, bahwa saya tidak kenal dangen Abdul Qahir. Hadits ini diriwayatkan dari Anas dengan cara seperti itu. Yahya bin Muin ditanya bagaimana pendapatnya tentang Abdul Qahir, beliau menjawab, bahwa Abdul Qahir adalah orang yang shalih dan bahwa orang-orang yang diciduk Allah itulah orang-orang yang jatuh dalam genggaman Allah yang pertama pada hari dua genggaman.

Sumber: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. “Hadil Arwaah ila Bilaadil Afraah” atau “Tamasya ke Surga“. Terj. Fadhil Bahri, Lc. Bekasi: Darul Falah. 2015