Kaum Wanita Penghuni Terbanyak di Surga dan Neraka

Diriwayatkan dari Imam Ahmad yang berkata, bahwa telah berkata kepada kami Affan yang berkata, bahwa telah berkata kepadaku Hammad bin Salamah yang berkata telah berkata kepada kami Yunus dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Setiap orang dari penghuni surga mempunyai istri dari bidadari yang bermata jelita yang masing-masing mempunyai tujuh puluh baju dan ia bisa melihat sumsum betisnya dari balik bajunya.” (Riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang shahih)

Wanita yang dimaksud hadits ini adalah wanita surga yang matanya cantik jelita. Namun bagaimana juga dipadukan dengan hadits dari Jabir bin Abdullah Radliyallahu ‘anhumaa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dan hadits lain yang mengatakan bahwa,

Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wanita.” (Riwayat Ahmad)

Maka hadits ini menunjukkan bahwa jumlah wanita-wanita surgawi ketimbang wanita-wanita asli dunia, karena memang wanita-wanita surgawi tersebut diciptakan di surga dan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah kaum wanita.
Tentang banyaknya penghuni neraka dari kalangan kaum wanita, Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya hadits dari Imran bin Hushain yang berkata, sampai pada saya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Aku menengok ke neraka dan kulihat di dalamnya bahwa sebagian besar penghuninya adalah kaum wanita. Aku juga menengok ke surga dan kulihat di dalamnya bahwa sebagian besar penghuninya adalah orang-orang fakir.” (Riwayat Bukhari dan Tirmidzi)

Dalam Shahih Muslim juga disebutkan hadits dari Ibnu Umar Radliyallahu ‘anhumaa dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wahai kaum wanita, bershadaqahlah dan perbanyaklah istighfar karena aku lihat kalian adalah penghuni neraka yang paling banyak.” Salah seorang yang cerdas dari mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa kami menjadi penghuni neraka yang paling banyak?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Karena kalian banyak mencaci maki dan tidak mengakui sanak kerabat. Aku tidak melihat ada orang yang akal dan agamanya minim daripada kalian.” Wanita tersebut bertanya, “Apa yang dimaksud dengan minim akal dan agama?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yang dimaksud dengan minim akal karena kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian satu orang laki-laki. Ini adalah keminiman akal. Dan beberapa hari, wanita tidak mengerjakan shalat dan tidak puasa. Inilah yang dimaksud dengan keminiman agama.” (Riwayat Muslim dan Ahmad)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Kaum wanita tidak masuk ke dalam surga kecuali seperti gagak ini di antara sekian banyak kumpulan burung gagak ini.” (Riwayat Ahmad dalam Musnadnya, Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam Silsilah Hadits-Hadits Shahihah)

Burung gagak yang dimaksud adalah burung gagak a’sham, yang di sayapnya ada bulu yang berwarna putih.

Sumber: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. “Hadil Arwaah ila Bilaadil Afraah” atau “Tamasya ke Surga“. Terj. Fadhil Bahri, Lc. Bekasi: Darul Falah. 2015