Syarah Asmaul-Husna: Al-Waahid – Al-Mu-min

66. Al-Waahid (Yang satu)
67. Al-Ahad (Yang Tunggal)

Allah ta’alaa berfirman,

Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa.” (Al-Ikhlash: 1)

Katakanlah, ‘Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Rabb Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (Ar-Ra’d: 16)

Dia-lah yang diesakan dengan segala sifat kesempurnaan, tak ada yang menyamai-Nya dalam kesempurnaan ini.
Seorang hamba harus mengesakan-Nya dengan keyakinan, perkataan, dan perbuatan dengan meyakini kesempurnaan-Nya yang mutlak dan keesaan-Nya dengan sifat Wahdaniyyah serta mengesakan-Nya dalam segala macam ibadah.

Al-Ahad, hanya Dia-lah yang memiliki segala sifat kesempurnaan, kemuliaan, dan kebesaran, indah dan terpuji, hikmah dan rahmat, dan yang lainnya dari sifat-sifat kesempurnaan.

Maka tidak ada satu pun yang setara dan sebanding dengan-Nya, tiada pula yang sama walaupun hanya dari satu sisi. Dia-lah Yang Maha Tunggal dalam hidup-Nya dan wahdaniyyah dalam menguruh makhluk, ilmu, dan kekuasaan-Nya, kebesaran dan keagungan-Nya, keindahan dan terpuji-Nya, hikmah dan rahmat-Nya, dan sifat-Nya yang lain, yang disifati dengan kesudahan sifat yang sempurna dan puncaknya dari setiap sifat dari sifat-sifat ini.

Sebagian dari bukti keesaan dan kesendirian-Nya dengan-Nya (segala sifat kesempurnaan), bahwasanya Dia bersifat ash-Shamad (tempat bergantung segala urusan). Maksudnya, Rabb Yang Sempurna, Rabb Yang Maha Besar, yang tiada tersisa sifat kesempurnaan, kecuali Dia memiliki sifat itu. Disifati dengan kesudahan dan kesempurnaan-Nya, yang semua makhluk tidak bisa meliputi segala sifat itu dengan hati mereka, bahkan lisan mereka pun tidak bisa mengungkapkan tentang hal itu.

68. Al-Mutakabbir (Yang mempunyai segala kebesaran dan keagungan)

Allah ta’alaa berfirman,

Dia-lah Allah Yang tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Al-Hasyr: 23)

Dia Yang Maha Agung dari sifat jahat, kekurangan, dan aib bagi kebesaran dan keagungan-Nya.

69. Al-Khaaliq (Yang Menciptakan)
70. Al-Baari (Yang Mengadakan)
71. Al-Mushawwir (Yang membentuk rupa)
72. Al-Khallaaq (Yang Maha Pencipta)

Allah ta’alaa berfirman,

Dia-lah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang Membentuk rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling baik.” (Al-Hasyr: 24)

Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hijr: 86)

Yang menciptakan semua yang ada, mengadakannya, menyempurnakannya dengan hikmah-Nya, serta memberikan rupa dengan pujian dan hikmah-Nya. Dia senantiasa memiliki sifat yang agung ini.

73. Al-Mu-min (Yang Memberi keamanan)

Yang memuji diri-Nya dengan sifat kesempurnaan, keagungan, dan keindahan yang sempurna. Yang mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab-Nya dengan bukti dan dalil. Membenarkan semua Rasul dengan tanda dan bukti yang menunjukkan kejujuran dan kebenaran segala ajaran yang mereka bawa.

Sumber: DR. Sa’id Ali bin Wahf al-Qahthani. Syarah Asma’ul Husna”. Terj. Abu Fatimah Muhammad Iqbal Ahmad Ghazali. Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafi’i. 2005.