Dajjal Sang Pendusta, Bag. 2

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Salim bin Abdullah bin Umar Radliyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ketika aku berdiri saat melakukan thawaf di Ka’bah, tiba-tiba ada seorang laki-laki berkulit sawo matang, berambut lurus, seolah-olah meneteskan atau mengalirkan air. Maka aku pun bertanya, ‘Siapa ini?’ Dan ia menjawab, ‘(Ini) Putra Maryam.’ Kemudian dia menoleh, dan tiba-tiba ada seorang lelaki lainnya yang bertubuh besar, berkulit merah, kepalanya botak dan buta sebelah matanya. Yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathun dari Kabilah Khuza’ah.” (Riwayat al-Bukhari, 9/60, Kitab al-Fitan, Baab Dzikru Dajjal).

Hadits mengenai Dajjal menurut Riwayat Samurah bin Jundab, dan Riwayat Jabir

Imam Ahmad meriwayatkan, Bercerita kepadaku Tsa’labah bin ‘Ibad al-‘Abdi, seorang lelaki dari Bashrah, dia berkata, “Pada suatu hari aku menyaksikan khutbah Samurah. Dalam khutbahnya itu dia menyampaikan sebuah hadits mengenai shalat gerhana matahari, bahwasanya setelah melakukan shalat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, dimana beliau mengakatan,

Demi Allah, Kiamat takkan terjadi sebelum munculnya tiga puluh orang (pendusta), dimana yang terakhir adalah al-Masih Dajjal. Matanya yang kiri terhapus seperti mata Abu Yahya. Dan bahwasanya kapan dia muncul maka sesungguhnya dia pasti akan mengaku dirinya Allah. Barangsiapa beriman kepadanya, mempercayai dan mengikutinya, maka amal shaleh yang telah dilakukan tidak bermanfaat baginya. Sedang barangsiapa mengingkari dan mendustakannya, maka dia takkan dihukum atas perbuatan apa pun yang dilakukannya, -menurut al-Hasan, atas perbuatan apa pun yang telah dilakukannya di masa lalu-. Ketahuilah sesungguhnya Dajjal akan menjelajahi seluruh bumi selain Tanah Haram dan Baitul Maqdis. Dan sesungguhnya orang-orang mukmin akan dikepung di Baitul Maqdis dan digoncangkan dengan goncangan hebat. Kemudian Allah membinasakan Dajjal, sampai reruntuhan dinding dan batang pohon benar-benar akan memanggil, ‘Hai orang mukmin, inilah orang Yahudi.’ Dan dia berkata pula, ‘Inilah orang kafir.’ Lalu dia katakan, ‘Bunuh dia!’ tetapi semua itu takkan terjadi sebelum kamu melihat berbagai masalah bertumpuk dalam dirimu, kemudian kamu saling bertanya sesama kamu, ‘Apakah Nabimu pernah menyebutkan kepadamu sesuatu diantara masalah-masalah ini?’ juga sebelum ada beberapa gunung yang bergeser dari tempatnya.”

Kemudian di lain waktu, Tsa’labah menyaksikan lagi khutbah Samurah. Dalam khutbahnya itu tidak ada sepatah kata pun yang dia dahulukan maupun dia akhirkan dari tempatnya seperti khutbahnya yang dahulu.

Sementara itu, Muslim meriwayatkan dari Jabir Radliyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Akan tetap ada segolongan umatku yang senantiasa menyatakan kebenaran sampai turunnya Isa bin Maryam.”

Dajjal menurut Riwayat al-Mughirah bin Syu’bah

Imam Muslim meriwayatkan dari Mughirah bin Syu’bah Radliyallahu ‘anhu, dia berkata, Tidak ada orang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai Dajjal lebih banyak dariku. Beliau bersabda,

Apanya yang membahayakan kamu? Dia takkan membahayakan kamu.” Aku berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya orang-orang mengatakan, Dajjal itu membawa makanan dan sungai-sungai.” Namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Dia di sisi Allah lebih ringan daripada (godaan lain yang serupa) itu.’”

Al-Mughirah bin Syu’bah Radliyallahu ‘anhu berkata, “Tidak ada orang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai Dajjal lebih banyak dari pertanyaanku.

Beliau berkata, ‘Apa pertanyaanmu tadi?’ aku berkata, ‘Orang-orang mengatakan, bahwa Dajjal itu membawa bergunung-gunung roti dan daging, dan juga sungai berisi air.’ Beliau menegaskan, ‘Di sisi Allah dia lebih ringan, daripada (godaan lain yang serupa) itu.’”

Syaikh Abu Ali al-Jubba’i, ulama terkemuka kaum mu’tazilah berkata, “Semua yang disebutkan tadi tidak mungkin benar-benar terjadi. Sebab kalau benar-benar terjadi, tentu akan sulit dibedakan antara keluarbiasaan tukang sihir dan keluarbiasaan Nabi.”

Tetapi pernyataan al-Jubba’i itu dibantah oleh al-Qadhi ‘Iyadh dan ulama yang lainnya, “Bahwa Dajjal itu mengaku dirinya tuhan, dengan pengakuannya itu dia memang tidak sama dengan manusia biasa. Oleh karena itu, tidak mustahil kalau dia dapat melakukan hal-hal yang luar biasa untuk membuktikan pengakuannya itu.”

Selain al-Jubba’i, banyak pula kelompok-kelompok seperti Khawarij, Jahmiyah, dan sebagian kaum Mu’tazilah, yang bahkan tidak percaya sama sekali akan kemunculan Dajjal, mereka menolak hadits-hadits mengenai Dajjal tanpa melakukan penelitian apa pun. Dengan sikap seperti itu, mereka sebenarnya tidak bisa lagi digolongkan ulama. Karena mereka menolak hadits-hadits shahih yang diriwayatkan secara mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Redaksi yang menyebutkan, “Dia di sisi Allah lebih ringan daripada (godaan lain yang serupa) itu.”
Maksudnya, godaan Dajjal seperti itu masih lebih ringan dibandingkan seandainya dia membawa pula godaan-godaan lain yang bisa menyesatkan hamba-hamba Allah yang beriman.

Karena bagaimanapun. Dajjal itu masih memiliki kekurangan. Meskipun dia mempunyai hal-hal yang luar biasa. Semua itu ditegaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai haditsnya.

Kesaksian Rasulullah Mengenai Kebaikan Bani Tamim

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku selalu mencintai Bani Tamim, karena tiga hal. Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Mereka adalah umatku yang paling tangguh dalam menghadapi Dajjal.”

Ketika harta sedekah mereka datang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ini sedekah kaumku.”

Dan, ada seorang wanita dari mereka yang menjadi tawanan perang, tinggal bersama Aisyah, maka beliau menyarankan,

Merdekakan dia, karena dia adalah keturunan Ismail.”

Sumber: Ibnu Katsir. Huru-Hara Hari Kiamat “An-Nihayah: Fitan wa Ahwaalu Akhiruz-Zamaan”. Terj. Anshari Umar Sitanggal, H. Imron Hasan. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 2002.