Pihak Keamanan China Targetkan Muslim Uighur

SAN FRANSISCO, muslimdaily.net, – Mengungkap praktek keamanan yang sangat ketat dari China, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS telah mengungkapkan tiga dari empat orang yang ditangkap di China karena dicurigai membahayakan keamanan negara tahun lalu berasal dari Xinjiang dan kemungkinan besar merupakan etnis Uighur.

“Tingkat transparansi cukup rendah,” John Kamm, pendiri Dui Hua Foundation yang berbasis di San Francisco, mengatakan kepada South China Morning Post pada hari Kamis 28 November, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

“Nama-nama Uighur kadang-kadang diberikan untuk menyoroti keberhasilan serangan anti-terorisme di Xinjiang,” tambahnya.

Laporan yang dirilis oleh Dui Hua Foundation telah menemukan bahwa total 1.105 orang yang ditahan atas tuduhan membahayakan keamanan negara tahun lalu, naik 19 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dui Hua mengatakan beberapa rincian yang diberikan membahayakan kasus keamanan negara karen dianggap sebagai rahasia negara.

Diperkirakan bahwa 75 persen dari persidangan atas tuduhan seperti itu tahun lalu terjadi di Xinjiang oleh Muslim Uighur.

Kenaikan penangkapan adalah karena pihak berwenang berupaya untuk melawan kejahatan pemecahbelahan, subversi dan terorisme, ungkap yayasan Dui Hua.

“Kami mendengar kasus ini dari anggota keluarga. Sesekali kami mendapatkannya dari media pemerintah. Putusan juga dianggap rahasia negara,” ujar Kamm.

“Di provinsi seperti Guangdong, mereka tidak suka publisitas yang berhubungan dengan membahayakan keamanan negara, yang dikenal sebagai kejahatan politik, sehingga mereka mengubah menjadi korupsi.”

Penangkapan terakhir terjadi setelah serangan 28 Oktober ketika sebuah mobil menabrak dan menewaskan dua wisatawan dekat Tiananmen Square dan kemudian habis terbakar. Pemerintah China menyatakan aksi ini sebagai terorisme, menuduh Muslim Uighur yang merencanakan serangan.

Muslim Uighur telah menolak tuduhan dari pemerintah China mengenai “serangan teroris” Tiananmen dan menyatakan hal ini sebagai dalih untuk penindasan dan memberlakukan sejumlah peraturan keras di Xinjiang.