Jawaban Para Tokoh MUI Pusat tentang Buku Kesesatan Syiah

Lppimakassar.com – Situs gadungan itu (lppimakassar.net) dengan hasil penelitiannya (baca: pelintirannya) bersikeras mengatakan bahwa Buku MUI Pusat yang berjudul, “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” adalah tidak benar diterbitkan secara resmi oleh MUI Pusat. Sebelum menanggapi itu, kami ingin agar ayat yang mereka utarakan dipahami secara baik dan benar. Yaitu يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٍ۬ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَـٰلَةٍ۬ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَـٰدِمِينَ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (QS al-Hujurat:6) Dalam ayat ini sangat jelas disebutkan agar kita bertabayyun dalam menyampaikan sebuah berita, check dan recheck, serta ditelusuri secara mendalam, guna menghindarkan musibah kebodohan pada suatu kaum yang akhirnya bisa mengakibatkan penyesalan atas perbuatan sembrono yang dilakukan. Sekali lagi, situs LPPI Makassar Gadungan itu TIDAK BERANI menampilkan nama-nama person di MUI Pusat yang mereka klarifikasi. Sungguh berat kita mengakui keabsahan berita itu jika sumbernya antah berantah. Mereka hanya berani memuat nama pengurus MUI level provinsi, yang kebetulan pro terhadap Syiah, seperti Prof. Dr. Abd. Rahim Yunus. Itupun setelah perkataan Prof. Rahim Yunus ditambah-tambah. Dikatakan, “Tanggapan yang pedas justru datang dari Prof Rahim. Menjawab Ust Said Samad, beliau mengatakan bahwa buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” yang katanya diterbitkan MUI Pusat itu tidak benar. Buku tersebut bukan terbitan resmi MUI Pusat seperti yang disebutkan Ust Said Samad. Buku tipis itu pernah diedarkan dirakernas MUI, tetapi kemudian ditarik kembali karena dinilai akan memicu perpecahan ummat. Padahal sebenarnya, Ungkapan Prof. Rahim yang mengatakan sudah beredar di Rakernas tapi kemudian ditarik lagi, itu karena sebagaian tulisannya ada kesalahan cetak sehingga Prof. Yunahar berinisiatif meminta yang ada di Rakernas dikembalikan untuk diperbaiki oleh percetakan. Jadi bohong kalau Prof. Rahim bilang ditarik untuk menghindari perpecahan ummat. Syiah memang biasa berdusta. Dan semakin banyak fakta kedustaannya menunjukkan mereka panik. (Konfirmasi LPPI kepada Ust. Fahmi Salim via email) Selain itu mereka permasalahkan surat resmi dari MUI Pusat yang katanya dalam buku itu tidak ada Kop ataupun Stempel serta tanda tangan resmi dari Ketua MUI Pusat saat ini, hal itu dijawab oleh Ust. Fahmi Salim, “Soal kop MUI dan stempelnya tidak usah diributkan. Karena di buku Himpunan Fatwa MUI terbitan Erlangga pun dicetak tanpa ada Kop Surat dan stempel MUI baik dari tim penulis maupun dewan pimpinan. Coba silakan cek.” (Konfirmasi via email) Sekali lagi, kebohongannya sangat susah ditutupi ketika menyebut nama Dr. Ichwan Sam yang katanya marah dan kaget ketika buku MUI Pusat tentang Kesesatan Syiah itu lolos terbit, padahal Dr. Ichwan Sam sendiri merupakan salah satu Tim Penulis buku itu. Dimana menurut Prof. Muhammad Baharun hal itu tidak usah terlalu ditanggapi, karena tanggapan mereka justru membuktikan kalau buku itu berbahaya bagi mereka dan membuat mereka panik. (Via telepon pda 2 nov 2013) Setelah mengirim konfirmasi ke Prof. Yunahar Ilyas dan Ust. Isa Anshari, MUI Pusat melalui Dr. Amirsyah, Wakil Sekjend MUI Pusat, menelepon langsung kepada kami (Pukul 17:25 WITA hari ini, 12/11/13) dan mengatakan, “Tenang aja menanggapi mereka. Tidak usah terlalu bagaimana. Itukan sudah jelas.” Selain itu, apakah nama-nama pengurus MUI level nasional berikut ini –yang ikut menyukseskan penerbitan buku Kesesatan Syiah- tidak cukup? KH. Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Pusat dan Dr. Ichwan Sam, Sekretaris Jenderal MUI Pusat, dimana menurut paparan Ust. Fahmi Salim, M.A, mereka berdua terjun langsung bersama-sama selama 6 bulan untuk finishing buku itu, “Kita bekerja selama 6 bulan dan intensif untuk buku ini. Kyai Ma’ruf langsung terjun rapat secara intensif dalam finalisasi draft ini. Bahkan Sekjen Ichwan Syam dan Kyai Ma’ruf ikut hadir dalam rapat terakhir finalisasi buku ini,” sebagaimana yang dilaporkan oleh Islampos. Fahmi menjelaskan buku ini bukanlah pesanan dari Ormas Islam atau orang-orang tertentu. Buku ini murni lahir karena perintah Dewan Pimpinan MUI KH Ma’ruf Amin dan Sekjen MUI Ichwan Syam kepada Komisi Kajian dan Komisi Fatwa MUI untuk mengkaji persoalan Syiah secara serius. Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Salah satu jajaran Ketua MUI Pusat, yang memberi kata sambutan resmi dari Dewan Pimpinan MUI Pusat dalam buku tersebut dan merupakan bagian dari Tim Penulis. Sambutannya bisa anda baca disini, (http://www.lppimakassar.com/2013/11/nama-mui-pusat-dicatut-dalam-penerbitan.html) Dr. Amirsyah, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, yang bergabung dalam Tim Penulis MUI Pusat. Dalam sambutan Tim Penulis (KH. Ma’ruf Amin, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Drs. Ichwan Sam dan Dr. Amirsyah) ditegaskan bahwa Buku tentang Kesesatan Syiah itu dalah Bayan/ Keterangan Resmi dari MUI Pusat, “Buku saku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman umat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, sebagai ‘Bayan’ resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar umat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syi’ah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI.” (hlm. 7-8) Selain mereka, Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat digabungkan menjadi sebuah tim atas mandat Dewan Pimpinan MUI Pusat untuk mengkaji kesesatan Syiah secara serius yang nantinya menjadi bahan dalam buku tersebut. Berikut ini nama-nama mereka:

Prof. Dr. H Hasanuddin AF, MA., Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Dr. H. Maulana Hasanuddin, Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat Drs. H. Muh. Faiz, MA. Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat Dr. KH. Cholil Nafis, Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat Fahmi Salim, Lc, MA., Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat Drs. Muh. Ziyad, MA., Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat H. M. Buchori Muslim, Lc, MA., Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat Ir. Ridha HR Salamah, M.Si., Anggota Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat Tidakkah cukup nama-nama ini sebagai bukti bahwa buku ini resmi hasil Kajian independen MUI Pusat? (Muh. Istiqamah)