Di Tengah Keberangkatan ke Suriah, Anggota Tim Syam Organizer Dirundung Musibah

Salam-online.com – Dokter Solechin yang untuk kedua kalinya menerima amanah ini merasa senang, karena kembali dipercaya. Sebelumnya, di Tim 4 HASI, dokter Solechin ditugaskan untuk pertama kalinya. Kini, untuk Tim 9 HASI, tugas kemanusiaan itu kembali diamanahkan kepada pria berkacamata ini.

“Saya selalu siap menerima amanah ini. Dulu waktu Tim 4, saya belum banyak tahu. Tetapi justu dengan Tim 4 itulah spirit dan semangat saya muncul, saya menjadi lebih memahami hakikat saya sebagai Muslim,” ungkapnya kepada salam-online saat menunggu keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (12/10).

Dari Syam Organizer, Dudi Iskandar tengah mengalami musibah. Tetapi dia juga mendapat spirit dari keluarga agar tetap semangat untuk berangkat.

Dudi, yang tinggal di Binjai, Sumatera Utara ini, kampung halamannya baru saja mendapat musibah angin puting beliung. Rumahnya di bagian atap turut terangkat, sehingga saat ini istri dan 6 anaknya tinggal di pengungsian, tak jauh dai rumahnya.

Tak ada keraguan dan alasan bagi Dudi untuk membatalkan keberangkatan ini. Apalagi istri dan anak-anaknya juga mendorongnya untuk tetap berangkat. “Justru saya memohon kepada pengurus agar musibah yang saya alami ini tidak dijadikan alasan untuk membatalkan keberangkatan saya,” katanya.

Lain halnya dengan Fuadi Muhammad Hasan. Jika Dudi mengalami musibah, Fuadi sebaliknya tengah berbahagia, karena istrinya pada 1 Oktober lalu melahirkan anak ketiganya, laki-laki, yang diberi nama Uweis Asy Syami. Nama Asy Syami, ujarnya, ada kaitannya dengan kepergiannya ke tanah Syam (Suriah), 12 hari setelah kelahiran putranya itu.

Seperti halnya Tim 9 HASI, di Suriah, Dudi dan Fuadi akan menyampaikan amanah umat Islam Indonesia. Di antaranya akan menindaklanjuti rencana pembangunan rumah sakit yang memerlukan dana puluhan miliar. Rumah sakit itu akan dibangun di kawasan yang sudah dibebaskan oleh Mujahidin dari rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Basyar Asad.