Front Ulama Penentang Kudeta Kutuk Pernyataan Ali Jum’ah

KIBLAT.NET, Kairo – Front ulama penentang kudeta Mesir, Rabu (9 Oktober) mengecam pernyataan mantan mufti pemerintah Mesir, Ali Jum’ah, yang membolehkan menembaki demonstran pro Mursi karena mereka menganggap adalah Khowarij. Para ulama mengatakan bahwa pernyataan itu merupakan kebohongan kepada Allah swt.

Dilansir almoslim.net, Rabu, front ulama penentang kudeta dalam sebuah pernyataannya mendesak seluruh ulama umat Islam mengutuk pernyataan Ali Jum’ah tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa apa yang dikatakan Ali Jum’ah itu adalah kebohongan dan penipuan terhadap Allah.

Pernyataan tersebut juga mendesak Ali Jum’ah untuk diadili di pengadilan kriminal, karena secara terang-terangan menghasut pertumpahan darah di Mesir. Ali Jum’ah telah menyebarkan fitnah di kalangan masyarakat Mesir dengan pernyataannya tersebut.

Front ulama penentang kudeta menyeru Ali Jum’ah segera bertaubat atas pernyataannya itu. Ia diminta untuk menghentikan mengeluarkan statemen-statemen yang menimbulkan kedzoliman terhadap rakyat Mesir. Mereka juga meminta pihak Universitas Al Azhar mencopot gelar akademis yang pernah disematkan kepada Ali Jum’ah itu.

Sementara itu, sejumlah da’I dan ulama juga angkat bicara mengomentari pernyataan Ali Jum’ah yang kontroversial itu. Da’i asal Kuwait, Thariq Suwaidan, mengatakan dalam akun Twitternya, “Saya telah menyaksinan fatwa ulama pemerintah kudeta di Mesir. Dan bagaimana mungkin saya bisa membenarkan semua kejahatan yang dilakukan rezim penjahat (Mesir). Tidak diragukan lagi, bahwa ia (Ali Jum’ah) juga ikut bertanggung jawab setiap darah yang tertumpah” tulisnya.

Syaikah Su’ud Suraim, imam dan khatib masjidil Haram juga angkat bicara. Beliau menulis di akun twitternya, “Tidak ada dalam syariat Islam dan akal normal orang yang membenarkan kejahatan” tulisnya seraya mengutip sebuah ayat di surat Al Ankabut.

Sebagaimana diberitakan, Ali Jum’ah menggambarkan rakyat Mesir penentang pemerintahan kudeta, yang menurutnya pemerintahan yang sah, adalah khowarij. Ali Jum’ah menghalalkan darah seluruh demonstran yang menentang pemerintah kudeta.

Dalam pernyataan yang dibocorkan para aktivis tersebut, Ali jum’ah menyeru pada Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan Mesir serta sejumlah komandan senior pasukan keamanan untuk menembaki demonsran pendukung Muhammad Mursi. Ulama penjilat pemerintah tersebut mengatakan bahwa legitimasi presiden Mursi telah gugur karena, menurutnya, mursi sebagai pemimpin yang tidak sah. [hunef]