Lima Warga Muslim Terbunuh dalam Bentrokan Terbaru di Rakhine, Myanmar

KIBLAT.NET, Rakhine – Kekerasan terhadap warga minoritas Muslim di Myanmar beberapa hari terakhir kembali meningkat. Setidaknya lima warga Muslim di kotare Rakhine, Myanmar Barat, terbunuh dalam bentrokan dengan ekstrimis Budha pada Rabu kemaren, 2/10/2013.

“Setidaknya lima warga muslim meregang nyawa dalam bentrokan terbaru dengan umat Budha di provinsi Rakhine yang terletak di barat Myanmar” kata juru bicara kepolisian ibukota Myanmar, Rangoon, tanpa menjelaskan lebih rinci, sebagaimana dilansir islamtoday.net.

Jaringan berita Inggris, BBC, menyebutkan bahwa kekerasan terbaru ini bertepatan dengan kunjungan presiden Myanmar, Thein Sein, ke provinsi tersebut. Sejak bulan Juli tahun 2012 lalu, kata BBC, Rakhine mengalami bentrokan etnis antara ekstrimis Budha dan minoritas umat Islam. Menurut laporan BBC, bentrokan yang berjalan satu tahun lebih itu telah memakan korban tewas sebanyak 250 orang, mayoritas warga Muslim, semenetara 140 ribu warga muslim lainnya terpaksa mengungsi.

Perlu dicatat, bentrokan antara Muslim dan Buddha di Rakhine didorong tindakan diskriminatif dan penindasan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap warga muslim Rohingnya. Pemerintah mengusir muslim Rohingnya dari rumah yang sudha mereka tempati sejak ratusan tahun lalu, ke tempat pengungsian sementara. Bahkan, pemerintah Myanmar tidak mengakui kewarganegaraan muslim Rohingnya.

PPB menggambarkan muslim Rohingnya di Myanmar sebagai warga minoritas dan umat yang tertindas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ratusan ekstrimis Budha menyerang warga Muslim di kota Rakhine. Menurut laporan AFP, para penyerang membakar sejumlah warga muslim dan terlibat bentrokan dengan warga Muslim yang berusaha menghalau mereka. Laporan awal menunjukkan seorang nenek warga Muslim terbunuh dalam kekerasan tersebut.

“Seorang nenek tewas saat kerusuhan. Beberapa rumah juga dibakar massa,” ujar seorang petugas kepolisian Myanmar kepada AFP.