Jangan Bunuh Karakter Saudaramu Dengan Dalih Nasihat

Manusia adalah makhluk dimana salah dan lupa tidak akan pernah luput darinya. Seorang mukmin pasti mempunyai kesalahan yang di sengaja atau tidak di sengaja. Maka dari itu merupakan kewajiban seorang mukmin jika ada saudaranya yang tergelincir ke lubang dosa, maka hendaknya ia menasehatinya. Akan tetapi banyak pada hari ini orang menasehati saudaranya tapi salah adab dalam menasehatinya. Kesalahannya adalah jika menasehati di depan khalayak ramai, di muka umum. Ini adalah suatu kesalahan, dia bukan menasehati tetapi membunuh karakter saudaranya sendiri.

Karna secara langsung dia mempermalukan saudaranya di muka umum. Menasehati tapi kesalahan saudaranya di umumkan kepada orang banyak, Na’udzubillah. Maka perhatikan perkataan seorang ulama berikut, bagaimana adab menasehati saudara kita jika ia bersalah:

قال ابن رجب ـ رحمه الله: وكان السلف إذا أرادوا نصيحة أحدٍ وعظوه سرًّا

“Berkata Ibnu Rajab rahimahullah: “Dahulu para salaf jika hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka merekapun menasehatinya secara rahasia.”

حتى قال بعضهم: «من وعظ أخاه فيما بينه وبينه فهي نصيحة، ومن وعظه على رؤوس الناس فإنما وبَّخه

“Sampai-sampai  sebagian mereka mengatakan: “Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di hadapan orang banyak, maka tiada lain dia telah mempermalukannya.”

وقال الفضيل بن عياض رحمه الله: المؤمن يستر وينصح، والفاجر يهتك ويعيِّر

“Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan: “Seorang mukmin akan menutupi aib saudaranya dan menasihatinya. Adapun orang yang jahat akan membongkar aibnya dan mempermalukannya.”

Sangat tegas apa yang di katakan oleh kedua Ulama diatas yakni Ibnu Rajab Al-Hambali dan Fudhail bin Iyadh tentang nasehat-menasehati. Tentunya seorang muslim dilarang membongkar aib saudaranya di depan umum. Karna hal itu sangat membuat malu saudara kita dan tanpa di sadari itu membunuh karakter saudara kita. Wallahu A’lam

 

Sumber: Jami’ul Ulum wal Hikam oleh Ibnu Rajab Al-Hambali