Ucapan Ketika Di Timpa Musibah

Islam mengajarkan bagi sesiapa saja yang terkena musibah untuk mengucapkan ucapan yang baik, tidak mengeluh dan mensertakan hal itu dengan kesabaran semoga dengannya Alloh ta’ala memberikan hikmah yang terbaik untuknya.

Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam salah satu riwayat dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُول إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

“Tak seorang hamba (muslim) tertimpa musibah lalu ia berdoa : ‘Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.’ Ummu Salamah berkata: Saat Abu Salamah wafat, aku berdoa sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah kepadaku, lalu Allah memberi ganti untukku yang lebih baik darinya, yakni Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.” (Muttafaq ‘Alaih)

Adapun adanya salah seorang salaf yang mengawali dengan tahmid dan kemudian istirja, hal itu adalah merupakan ucapan Syuraih Al-Qodhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi 9507 :

إِنِّي لَأُصَابُ بِالْمُصِيبَةِ فَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ

“Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian”

أَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ تَكُنْ أَعْظَمَ مِمَّا هِيَ

“(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,”

وَأَحْمَدُهُ إِذْ رَزَقَنِيَ الصَّبْرَ عَلَيْهَا

“(Kedua) dan sayapun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,”

وَأَحْمَدُهُ إِذْ وَفَّقَنِي لِلِاسْتِرْجَاعِ لِمَا أَرْجُو فِيهِ مِنَ الثَّوَابِ

“(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala”

وَأَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ يَجْعَلْهَا فِي دِينِي

“(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku.” Wallahu a’lam.