Tidak Akan Kecewa Berdo’a Kepada Allah

قال فضيلة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله

اعلم أنك إذا سألت الله فإنك رابح في كل حال؛

لأنه

إما أن يعطيك سبحانه وتعالى ما تسأل ،

أو يصرف عنك من السوء ما هو أعظم ،

أو يدّخر ذلك لك يوم القيامة أجراً،

“Yang mulia Syaikh Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata :

Ketahuilah, sesungguhnya jikalau engkau berdoa untuk meminta sesuatu kepada Allah maka engkau pasti akan beruntung dalam setiap keadaannya.

Karena :

■ Bisa jadi Allah -subhanahu wa ta’ala- mengabulkan (secara langsung) apa yang engkau minta.

■ Atau Allah menghindarkan dirimu dari kejelekan yang lebih besar.

■ Atau Allah menjadikannya sebagai tabungan pahala pada hari kiamat.

فمن دعا الله فإنه لا يخيب

فأكثر من دعاء الله ، وأكثر من استغفار الله والتوبة إليه،

فإن الرسول – – يقول

( إنه ليُغَانُ على قلبي وإني أستغفر الله وأتوب إليه مائة مرة ) [ رواه مسلم ]

“Sehingga barangsiapa yang berdoa kepada Allah, sungguh dia tidak akan kecewa. Maka perbanyaklah berdoa kepada Allah. Dan perbanyaklah istighfar dan bertaubat kepada Allah.

Karena sesungguhnya Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :

إنه ليُغَانُ على قلبي وإني أستغفر الله وأتوب إليه مائة مرة

“Sungguh benar-benar telah tertutupi hatiku dan sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah setiap hari sebanyak seratus kali” [HR. Muslim]

Al Qadhiy Iyadh mengatakan: “Maksudnya adalah jeda-jeda dan kelengahan terhadap dzikir, yang seharusnya dilakukan terus-menerus. Jika beliau terjeda atau lengah dari dzikir, beliau menganggapnya sebagai sebuah dosa maka beliau meminta ampunan dari hal tersebut.”

 

 

Sumber: Syarh Riyadhus Shalihin dan Syarh Shahih Muslim oleh Imam An-Nawawi