Perbedaan Ashabud Dunya Dan Ashabul Akhirah  

 

Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman dalam Surat Al-Qososh yang artinya:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.”

Makna ayat di atas adalah “dan carilah/upayakanlah (pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kita) berupa harta benda untuk kebahagiaan negeri akhirat. Seperti kita menafkahkannya di jalan ketaatan kepada Allah. Akan tetapi jangan kita lupa (bagian kita dari kenikmatan duniawi) yakni hendaknya kita beramal dengannya untuk mencapai pahala di akhirat. (Tafsir Jalalain)

Perbedaan orang yang mengejar dunia dan orang yang mengejar akhirat terlihat dari segi bagaimana ia memanfaatkan apa yang telah di anugerahkan oleh Allah di dunia ini. Fasilitas-fasilitas yang ada di dunia ini untuk apa dia gunakan. Apakah untuk mencari keridhaan Allah semata atau untuk memperkaya diri dan memuliakan dirinya di dunia.

Berkata Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :

قـال الشـيخ ابـن عثيـمين رحمـه الله :

أنظـروا يا إخـواني أصـحاب الدنـيا، هـل تظـنون أن الدنيـا تخدمـهم أم يخدمونـها؟!

هـم الـذين يخدمونـها، هـم أتعبـوا أنفسـهم فـي تحصيـلها، لكـن أصـحاب الآخـرة هـم الذيـن استخـدموا الدنـيا وخدمتهـم الدنـيا .

“”Perhatikanlah wahai saudara-saudaraku, para ashhabud-dunia (orang-orang yang mengejar dunia) apakah kalian mengira bahwasanya dunia melayani mereka atau mereka melayani dunia?

Merekalah yang melayani dunia, mereka menuruti hawa nafsu mereka untuk mendapatkannya, akan tetapi para ashhabul-akhirah (orang-orang yang mengejar akhirat) mereka adalah orang-orang yang menjadikan dunia sebagai pelayan (yang dipergunakan untuk tujuan akhirat), dan dunia pun melayani mereka.” (Liqo’ Al-Bab Al-Maftuh)