Menuntut Ilmu Syar’i Adalah Jihad

قال العلامة زيد بن محمد بن هادي المدخلي – رحمه الله تبارك وتعالے

فطلب العلم جهاد وأيما جهاد، لأن فيه إنقاذ للنفس من الجهل ، وحراسة للعقيدة التي لا تحرس إلا بالعلم ، ولأن في العلم نشرا له ، لتحيا الأرواح ، وتحيا القلوب،

Berkata Al-‘Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali rahimahullah :

“Maka menuntut ilmu (syar’i) adalah jihad, mengapa jihad ? Karena di dalamnya ada :

▪penyelamatan diri dari kebodohan, dan

▪penjagaan aqidah, yang mana aqidah tidaklah bisa dijaga kecuali dengan ilmu; dan

▪karena pada ilmu (syar’i) itu ada bentuk penyebaran, yaitu agar jiwa-jiwa dan hati-hati itu dihidupkan kembali.

ولايمكن لها ذلك إلا بواسطة العلماء ، الذين لايمكن أن يحرزوا هذا اللقب إلا  إذا بذلوا جهودهم ، وعكفوا على كتب العلم وعلى أشياخه مدة ليست بالمدة القصيرة وإنما هي مدة طويلة جدا،

ولايكون لها نهاية حتى يأتي اليقين من الله – تبارك وتعالى

 Dan tidak mungkin (menuntut ilmu) itu mengandung hal-hal tersebut, kecuali dengan perantara para ulama; yang mana mereka tidak mungkin bisa mencapai gelar ini (sebagai ulama) kecuali apabila mereka telah :

▪mengerahkan segala upaya mereka, dan

▪menggeluti kitab-kitab ilmu, serta

▪setia menyertai guru-gurunya, dalam jangka waktu yang tidak pendek, akan tetapi jangka waktu itu sangatlah panjang.

Dan tidaklah menuntut ilmu itu berakhir sampai datang al-yaqin (kematian) dari Allah tabaraka wa ta’ala.”

 

Sumber: Thariqul wushul ila idhaahi ats-tsalastatil ushul oleh Syaikh Zaid bin Muhhamd bin Hadi Al-Madkhaliy