Inilah Orang Merugi Di Akhirat

Tak ada pedagang yang ingin bangkrut dalam menjalani usahanya, demikian kiranya tak ada manusia yang ingin gagal dalam menjalani kehidupan di alam dunia.

Namun ada yang jauh lebih penting dari itu semuanya, ada manusia yang ketika menghadap Allah di akhirat, keadaannya merugi, bangkrut karena kehilangan banyak bekal pahala ibadah, apa sebabnya ?

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ

“Tahukah kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?” Mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada di antara kami adalah orang yang tidak ada dirhamnya dan tidak memiliki barang.”

فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan shalat, puasa, dan zakat.”

وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا

“Akan tetapi dia datang dalam keadaan telah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan.”

فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ

“Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan.

فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Jika kebaikan-kebaikan telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka.” (HR Muslim no. 2581)

Fenomena sekarang yang sudah menjadi budaya, banyak sekali orang-orang yang suka menggunjing, menghina, menyakiti dan mendzalimi saudaranya sendiri tanpa mereka sadari mereka telah menghanguskan pahala-pahala amal mereka. Ini adalah penyakit yang harus di obati di tubuh ummat ini agar mereka segera sembuh dari perbuatan yang merugikan diri mereka sendiri nanti di akhirat kelak.

Begitu ruginya jika mereka sudah dengan susah payah beramal namun pahala-pahalanya malah di berika kepada saudaranya yang mereka dzalimi, mereka hina, mereka sakiti. Ini adalah bukti keadilan Allah Ta’ala dimana orang yang mendzalimi saudaranya justru mereka sedang mentransfer pahala kepada saudaranya, sampai ketika habis pahala orang yang mendzalimi itu maka dosa-dosa orang yang terdzalimi di berikan kepada orang yang mendzaliminya.

Naudzubillah, Sungguh kerugian yang besar. Jangan sampai pahala kebaikan kita diambil oleh orang lain atau keburukan orang lain diberikan kepada kita lantaran kita tidak bisa menjaga lisan dan tangan kita.